Selamat datang di Blog LDK KMA

LDK KMA (Lembaga Dakwah Kampus Keluarga Muslim AKA)

Selamat datang di Blog LDK KMA

LDK KMA (Lembaga Dakwah Kampus Keluarga Muslim AKA).

Selamat datang di Blog LDK KMA

LDK KMA (Lembaga Dakwah Kampus Keluarga Muslim AKA).

Selamat datang di Blog LDK KMA

LDK KMA (Lembaga Dakwah Kampus Keluarga Muslim AKA).

Selamat datang di Blog LDK KMA

LDK KMA (Lembaga Dakwah Kampus Keluarga Muslim AKA).

Senin, 31 Oktober 2011

SOLAT IDUL ADHA BERJAMAAH & PEMOTONGAN HEWAN KURBAN


IDUL ADHA UDAH DIDEPAN MATA...
DARI PADA SEPI DIKOSAN ATAU DIRUMAH
LEBIH BAIK IKUTAN POTONG KURBAN DI AKA...

IKUTI SOLAT IDUL ADHA BERJAMAAH
& PEMOTONGAN HEWAN KURBAN
MINGGU, 5 NOVEMBER 2011
@NAJ

AYO IKUTAN!!!

Minggu, 30 Oktober 2011

Sumpah Pemuda: Gerakan Cinta Identitas Indonesia


Salam Pemuda
Salam Kebangkitan Indonsia

Sedikit menguak sejarah sumpah pemuda.  Sumpah Pemuda yang sangat terkenal dan dikenang oleh Bangsa Indonesia adalah hasil dari Kongres Pemuda ke-2 yang dilaksanakan di Jakarta. Kongres Pemuda ke-2 dilaksanakan pada 27-28 Oktober 1928 dalam tiga kali rapat di tiga tempat pertemuan yang berbeda-beda. Dalam Kongres tersebut dibahas mengenai perjuangan Bangsa Indonesia  sehingga timbul semangat persatuan dari para Pemuda Indonesia. Sehingga Sumpah Pemuda itu sendiri memberikan spirit kebangkitan yang begitu menggelora di hati para Pemuda dan Pejuang Indonesia.

Mari menggali makna “Sumpah Pemuda”. Sumpah Pemuda terdiri dua kata yaitu kata “sumpah” dan “pemuda”. Secara definisi sumpah berarti pernyataan, ikrar, atau janji. Hal tersebut menunjukkan adanya sebuah komitmen untuk melakukan hal-hal yang diikrarkan. Kata kedua yaitu pemuda, pemuda sendiri  melambangkan kekuatan, semangat, dan tekad yang masih membara. Pemuda adalah manusia dengan tingkat produktivitas dan kreativitas yang paling tinggi dalam keseluruhan masa hidup manusia. Jika kedua kata tersebut digabung maka dapat diartikan bahwa Sumpah Pemuda berarti sebuah ikrar yang dilakukan oleh individu-individu yang memiliki semangat juang dan tekad yang kuat. Sehingga semangat tersebut menggelora dan “menular” di seantero Nusantara.
Pada 28 Oktober 2011 genap 83 tahun Ikrar yang sangat fenomenal tersebut kembali menggelora. Namun, ada yang sedikit berbeda melihat semangat juang para pemuda saat ini yang hanya menjadikan peringatan sumpah pemuda adalah sebuah ritual formalitas saja namun tidak terinternalisasi dalam diri pemuda saat ini. Kondisi ini sesungguhnya sangat membahayakan bagi Identitas Bangsa Indonesia secara keseluruhan dan mungkin beberapa masa yang kan datang identitas Indonesia akan punah dari peradaban dunia.
Identitas Indonesia sebenarnya sudah terangkum dalam sumpah Pemuda. Ketiga aspek dalam sumpah pemuda merupakan intisari dari identitas Indonesia. Sangat disayangkan bila hal tersebut sudah tidak menjadi jiwa bagi para pemudanya. Maka mari kita gelorakan kembali semangat Sumpah Pemuda dengan “Gerakan Cinta Identitas Indonesia” yang meliputi:
1.   Gerakan Cinta Tanah Air
Kita harus bangga ketika berjuang membawa nama tanah air Indonesia. Mari kita kembangkan cara pandang kita bahwa bukan atlet saja yang berjuang membawa nama Indonesia tapi setiap warga Negara wajib bangga dengan Indonesia. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan:
a.      Membeli produk-produk hasil produksi anak bangsa
b.      Menempuh pendidikan di Negara sendiri terutama untuk kuliah
c.       Berkarya dan mengabdi untuk ilmu pengetahuan Indonesia (meski apresiasi yang kurang)
d.      Berwirausaha sendiri daripada bekerja pada perusahaan asing.
2.   Bangga dengan kemajemukan Indonesia
Indonesia biasa disebut dengan Nusantara memiliki banyak sekali keanekaragaman meliputi suku, bahasa, budaya, dan adat istiadat. Kita harus melestarikan budaya asli Indonesia dan kita kurangi budaya “pengikut” Barat dari diri kita
3.      Cinta Bahasa
Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan, namun penggunaannya kini hanya terbatas pada pidato-pidato formal pemerintahan atau lingkungan akademisi  dan tulisan-tulisan karya ilmiah. Selebihnya kita lebih sering menggunakan bahasa “gaul” atau bahasa Inggris yang lebih keren (katanya). Mari kita bangun kebanggaan dan kebiasaan berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
Kawan-kawan pemuda, malulah kita jikalau kita menyaksikan kepunahan identitas bangsa kita yang tercinta ini dan akan lebih malu jika kita termasuk orang Indonesia yang plagiat dengan budaya asing.

Salam cinta tanah air
Salam sayang Indonesia untuk Senyum Bumi Pertiwi….



Darah Perjuangan

Cucuran letih diterik panas jalan perjuangan
Peluh keringat membasahi raga yang lunglai
Debu merayap di trotoar menanti teriakan-teriakan aktivis
Tangis dikala penat dalam kegelisahan jiwa
Itulah yang mungkin pernah dan akan slalu kita rasakan…

Di dunia lain…
Dentuman bom-bom senantiasa menghantui setiap perjalanan
Mortir melayang-layang mencari mangsanya
Bukan bercucuran keringat, tapi bermandikan darah
Bukan sekedar teriakan-teriakan, tapi peluru yang terlepas dari senjata
Tak sekedar waktu kuliah yang terkorbankan, tapi nyawa pun tergadaikan
Anak-anak kecil berlarian bermodal batu di tangan tanpa tahu apa yang di hadapnya..

Wahai kawan…
Seberapa banyakkah waktu yang telah kita berikan untuk berjuang?
Berapa banyakkah kita menginfaqkan rizki yang kita punyai untuk anak-anak yang tidak cukup makan?
Sudah berapa kalikah kita tidak kuliah untuk ikut aksi di jalanan?
Sudahkah kita saling memahami dalam perjuangan  ini?

Letih memang letih
Penat memang penat
Tetesan air mata pun wajar…

Tapi, apakah cukup dengan itu semua kita mampu mencicipi surga-Nya yang abadi?
Layakkah kita disebut seorang Pejuang Islam?
Pantaskah jikalau kita meninggal akan dikatakan sebagai syuhada?
Atau masih berbanggakah kita sebagai tentara ALLAH?

Sehingga masih layakkah kita berkeluh kesah?

Sabtu, 29 Oktober 2011

Hukum Menutup Rambut bagi Perempuan

dakwatuna.com – Telah menjadi suatu ijma’ bagi kaum Muslimin di semua negara dan di setiap masa pada semua golongan fuqaha, ulama, ahli-ahli hadits dan ahli tasawuf, bahwa rambut perempuan itu termasuk perhiasan yang wajib ditutup, tidak boleh dibuka di hadapan orang yang bukan muhrimnya.
Adapun sanad dan dalil dari ijma’ tersebut ialah ayat Al-Qur’an: “Katakanlah kepada perempuan yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, …” (Q.s. An-Nuur: 31).
Maka, berdasarkan ayat di atas, Allah SWT telah melarang bagi perempuan Mukminat untuk memperlihatkan perhiasannya. Kecuali yang lahir (biasa tampak). Di antara para ulama, baik dahulu maupun sekarang, tidak ada yang mengatakan bahwa rambut perempuan itu termasuk hal-hal yang lahir; bahkan ulama-ulama yang berpandangan luas, hal itu digolongkan perhiasan yang tidak tampak.
Dalam tafsirnya, Al-Qurthubi mengatakan, “Allah SWT telah melarang kepada kaum perempuan, agar dia tidak menampakkan perhiasannya (keindahannya), kecuali kepada orang-orang tertentu; atau perhiasan yang biasa tampak.”
Ibnu Mas’ud berkata, “Perhiasan yang lahir (biasa tampak) ialah pakaian.” Ditambahkan oleh IbnuJubair, “Wajah” Ditambah pula oleh Sa’id Ibnu Jubair dan Al-Auzai, “Wajah, kedua tangan dan pakaian.”
Ibnu Abbas, Qatadah dan Al-Masuri Ibnu Makhramah berkata, “Perhiasan (keindahan) yang lahir itu ialah celak, perhiasan dan cincin termasuk dibolehkan (mubah).”
Ibnu Atiyah berkata, “Yang jelas bagi saya ialah yang sesuai dengan arti ayat tersebut, bahwa perempuan diperintahkan untuk tidak menampakkan dirinya dalam keadaan berhias yang indah dan supaya berusaha menutupi hal itu. Perkecualian pada bagian-bagian yang kiranya berat untuk menutupinya, karena darurat dan sukar, misalnya wajah dan tangan.”
Berkata Al-Qurthubi, “Pandangan Ibnu Atiyah tersebut baik sekali, karena biasanya wajah dan kedua tangan itu tampak di waktu biasa dan ketika melakukan amal ibadat, misalnya shalat, ibadat haji dan sebagainya.”
Hal yang demikian ini sesuai dengan apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah RA bahwa ketika Asma’ binti Abu Bakar RA bertemu dengan Rasulullah SAW, ketika itu Asma’ sedang mengenakan pakaian tipis, lalu Rasulullah SAW memalingkan muka seraya bersabda:
“Wahai Asma’! Sesungguhnya, jika seorang perempuan sudah sampai masa haid, maka tidak layak lagi bagi dirinya menampakkannya, kecuali ini …” (beliau mengisyaratkan pada muka dan tangannya).
Dengan demikian, sabda Rasulullah saw. itu menunjukkan bahwa rambut perempuan tidak termasuk perhiasan yang boleh ditampakkan, kecuali wajah dan tangan. Allah SWT telah memerintahkan bagi kaum perempuan Mukmin, dalam ayat di atas, untuk menutup tempat-tempat yang biasanya terbuka di bagian dada. Arti Al-Khimar itu ialah “kain untuk menutup kepala,” sebagaimana surban bagi laki-laki, sebagaimana keterangan para ulama dan ahli tafsir. Hal ini (hadits yang menganjurkan menutup kepala) tidak terdapat pada hadits manapun.
Al-Qurthubi berkata, “Sebab turunnya ayat tersebut ialah bahwa pada masa itu kaum perempuan jika menutup kepala dengan akhmirah (kerudung), maka kerudung itu ditarik ke belakang, sehingga dada, leher dan telinganya tidak tertutup. Maka, Allah SWT memerintahkan untuk menutup bagian mukanya, yaitu dada dan lainnya.”
Dalam riwayat Al-Bukhari, bahwa Aisyah RA telah berkata, “Mudah-mudahan perempuan yang berhijrah itu dirahmati Allah.” Ketika turun ayat tersebut, mereka segera merobek pakaiannya untuk menutupi apa yang terbuka.
Ketika Aisyah RA didatangi oleh Hafsah, kemenakannya, anak dari saudaranya yang bernama Abdurrahman RA dengan memakai kerudung (khamirah) yang tipis di bagian lehernya, Aisyah RA lalu berkata, “Ini amat tipis, tidak dapat menutupinya.”
Sumber: Fatwa-Fatwa Kontemporer, Dr. Yusuf Qaradhawi


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/10/15847/hukum-menutup-rambut-bagi-perempuan/#ixzz1c97IZEcY

Jumat, 28 Oktober 2011

Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Rasulullah Saw bersabda, "Bersungguh-sungguhlah kalian dalam menyeru yang makruf, bersungguh-sungguh pulalah kalian dalam mencegah yang munkar. Jika tidak, maka Allah akan memberikan kekuasaan kepada orang-orang buruk di antara kalian, dan doa orang-orang baik di antara kalian (tetapi diam terhadap kemunkaran) tidak akan dikabulkan oleh Allah," (HR Imam Bazzar).

Hadis di atas menjelaskan kepada kita akan kewajiban setiap Muslim untuk senantiasa melakukan aktivitas dakwah Islamiyah. Kita diperintahkan oleh Rasulullah Saw untuk senantiasa menegakkan kebenaran di manapun kita berada, dan dalam posisi apa pun. Seorang hakim yang baik, pastilah ia akan berusaha melandaskan keputusannya pada prinsip-prinsip keadilan dan kebenaran.

Tidak mungkin ia akan melakukan berbagai upaya penyelewengan hukum. Ia akan bersikap tegas dan jujur, walaupun kasus yang sedang ditanganinya melibatkan kaum elite dan para pemimpin. Seorang politisi yang jujur, pastilah ia akan mengatakan kebenaran yang hakiki tanpa harus melakukan kebohongan publik.

Ia tidak akan memiliki keberanian untuk mempermainkan kepentingan rakyat demi memuaskan keinginan pribadinya. Begitu pula halnya dengan berbagai pekerjaan lainnya, seorang Muslim harus memiliki komitmen yang kuat untuk menegakkan amar makruf dan nahi munkar. Ia tidak boleh berdiam diri manakala melihat berbagai bentuk kezaliman dan kemunkaran.

Bila umat Islam tidak melakukan kegiatan amar makruf nahi munkar, maka Allah akan menimpakan dua akibat. Pertama, Allah akan memberikan kekuasaan kepada orang-orang buruk di antara komponen suatu masyarakat dan bangsa. Seluruh aspek kehidupan akan dikendalikan dan diarahkan oleh orang-orang yang tidak bermoral, baik itu aspek politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya, pertahanan keamanan, maupun aspek-aspek kehidupan lainnya. Yang akan terjadi adalah berbagai kehancuran dan kerusakan. Azab akan turun silih berganti.

Kedua, Allah tidak akan mengabulkan doa orang-orang baik di antara mereka, tetapi orang-orang baik tersebut diam dan tidak berbuat sesuatu untuk mencegah terjadinya kemaksiatan. Untuk itulah umat Islam harus senantiasa melakukan proses koreksi dan introspeksi secara terus-menerus. Bukan tidak mungkin, keterpurukan bangsa ini disebabkan oleh kelalaian umat Islam dalam beramar makruf dan nahi munkar. (Irfan Syauqi Beik)

sumber : Republika

SUPLEMEN MENTORING


Nama File
Deskripsi
Download
Games Mentoring
Berisi games-games yang biasanya dilakukan untuk mengisi mentoring
Komunikasi Mentor
Cara-cara teknik komunikasi dalam menyampaikan mentoring
Materi Tarbiyah
Materi-materi yang disampaikan saat mentoring
Download
Mentoring Islam 1
Materi-materi yang disampaikan saat mentoring
Mentoring Islam 2
Materi-materi yang disampaikan saat mentoring
Mentoring Junior
Materi-materi yang disampaikan saat mentoring di SMP
Mentoring Junior 2
Materi-materi yang disampaikan saat mentoring di SMP

AD/ART IMAKA BOGOR

Adart Imaka Fix

Sabtu, 22 Oktober 2011

Mentoring Adventure 2011



Alhamdulillah, 15-16 Oktober lalu bertempat di Villa Baladegana, Bukit Pelangi, Bogor, LDK KMA telah melaksanakan Mentoring Adventure 2011 yang diikuti oleh kurang lebih 200 peserta dari mahasiswa AKA tingkat I. Acara ini selain bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi satu angkatan, juga bertujuan untuk memperkenalkan Islam lewat sarana mentoring.

Pada kesempatan kali ini ada beberapa materi yang disampaikan, dan games-games yang menarik. Hal yang paling menyenangkan dari mentoring adventure ini terutama adalah saat outbond. Banyak sekali keceriaan dan kebahagiaan yang terjadi. Semoga ini menjadi awal untuk memperbaiki diri. AMIN....

Ucapan terimakasih juga diucapkan kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan MA 2011 ini.

"SAMPAI JUMPA DI MENTORING ADVENTURE TAHUN DEPAN"

Pelantikan Pengurus Baru KMA Tk. I

Pengurus Baru Tk. I LDK KMA
Alhamdulillah, Minggu, 8 Oktober 2011 lalu, seluruh calon pengurus LDK KMA resmi dilantik sebagai pengurus baru LDK KMA. Setelah melalui beberapa tahap seleksi dari mulai kader hingga menjadi pengurus KMA.

Segenap Kru Media & Publikasi mengucapkan semoga dengan dilantiknya pengurus baru ini dapat memberikan kontribusi lebih baik demi kemajuan dakwah di kampus AKA Tercinta ini... ALLAHUAKBAR

TATSQIF (TARBIYAH TSAQOFIYAH)


LDK KELUARGA MUSLIM AKA BOGOR
PRESENTS
TATSQIF (TARBIYAH TSAQOFIYAH)
DENGAN TEMA
"REVITALISASI PERAN MAHASISWA MUSLIM DALAM MEMBANGUN KARAKTER PEMUDA INDONESIA"

DENGAN NARASUMBER :
DONI NOVRIZAL (KETUA KAMMI KOMISARIAT AKA BOGOR)

PANELIS :
TRY BAYU FAJARIANTO (KORDINATOR NASIONAL FLMPI 2010-2011)

HARI, TANGGAL : SENIN, 24 OKTOBER 2011
@AULA KAMPUS AKA BOGOR TANAH BARU
PUKUL : 19.15 s.d. selesai

MISTERI SUMPAH PEMUDA

Wah kayak filmnya Mak Lampir aja pakai judul Misteri segala. Kita jadi ikutan serem nih. Bener, emangnya kenapa sih kok sampe dibuat judul begitu? Kita penasaran lho. Bener.Well, kita yakin deh kalo kamu semua sebetulnya udah pada ngeh soal peringatan yang satu ini. Seperti biasa, yang punya kalender dan rasa nasionalismenya tinggi udah jauh-jauh hari dilingkarin tuh angka. Sebagai pengingat, bahwa tanggal tersebut adalah tanggal keramat bagi pemuda Indonesia. Yap, setiap tanggal 28 Oktober kita selalu memperingatinya. Di sekolah dan kampus malah suka diadain acara yang intinya memberikan semangat buat para pemuda negeri ini. Maklum, bapak-bapak pejabat merasa bahwa para pemuda di jaman normal ini lagi pada melempem semangat kebangsaannya. Masih kudu dikomporin aja biar meleduk.
Kalo ditanya apa isi teks sumpah pemuda itu, kita yakin di antara kamu malah ada yang udah hapal banget. Meski ada juga teman kamu yang mengaku hal itu di luar kepala alias nggak ada di otak. Iya dong, gimana mau tahu, wong nggak ada filenya di otak.

Gimana teksnya? Ya, seperti yang diucapkan para pemuda dalam Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta dulu: 1. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. 2. Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertanah air satu, tanah air Indonesia. 3. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Itulah bunyi teksnya. Ada yang lupa atau malah nggak tahu? Walah, kayaknya banyak juga yang nggak inget, dan naga-naganya sih rada malu kalo harus tunjuk jari. Bener nggak? Nah, ketahuan deh kalo selama ini yang diapalin cuma teks lagu-lagunya Westlife, Dewa, Boyzone, The Corrs, Backstreet Boys, etc. Ehm...

Eh, ngomong-ngomong, kamu nyadar nggak sih dengan apa yang diinginkan para pendahulu kita itu? Kamu ngeh nggak sih dengan kejadian di balik lahirnya Sumpah Pemuda itu? Eh, apa sih makna Sumpah Pemuda buat kamu? Nah, sekarang kita kudu melakukan semacam penelitian ulang? terhadap sejarah. Emang sih, yang namanya sejarah nggak bisa diulang dan dibuktikan lewat eksperimen di laboratorium kayak pelajaran kimia, biologi, dan fisika. Bener kan? Coba aja, kalo kita pengen ngebuktiin kebenaran dari teori tentang gelombang transversal dan longitudinal. Itu perlu dibuktikan dengan percobaan. Waktu SMP dulu kita udah diberikan praktiknya. Masih inget nggak? Setelah dijelasin lewat praktiknya baru deh kita manggut-manggut, bahwa teori ama praktiknya kagak tulalit. Bener kan bisa dibuktikan kembali, meski penemuannya udah terjadi puluhan tahun silam. Begitupula dengan iptek lainnya.
Kalo sejarah? Wah, nggak bisa diulang Mas. Bener. Coba siapa yang bisa membuktikan kembali di laboratorium. Nggak ada yang bisa. Waktunya udah lewat. Selain itu emang sejarah bukan percobaan ilmiah. Lalu dari mana kita belajar mengetahui sejarah?

Begini sobat, untuk mengetahui kebenaran sejarah hanya bisa ditelusuri melalui tiga jalur; Pertama, catatan-catatan sejarah. Kedua, peninggalan-peninggalan sejarah. Dan ketiga, riwayat. Mengenai yang pertama, tidak boleh dijadikan sebagai sumber secara mutlak. Sebab catatan-catatan sejarah itu selalu dipengaruhi oleh situasi politik di setiap jaman dan senantiasa tercampur dengan kepalsuan, baik itu mendukung orang-orang tertentu di masa penulisannya, kemudian menentang orang-orang tersebut yang ditulis pada masa sesudahnya.

Akan halnya peninggalan sejarah, sesungguhnya apabila dipelajari dengan obyektif akan dapat menunjukkan suatu fakta sejarah. Sekalipun peninggalan-peninggalan sejarah itu tidak mampu membentuk rantai sejarah, akan tetapi dapat menunjukkan kepastian sebagian peristiwa.

Mengenai sumber ketiga, riwayat; adalah termasuk sumber-sumber yang layak dipercaya dan dapat dijadikan sebagai pegangan apabila riwayatnya benar. Persis dengan cara yang ditempuh dalam periwayatan sebuah hadis. Dengan cara seperti inilah hendaknya sejarah ditulis. Sebagai misal, apabila kita ingin mengetahui sejarah Rasulullah, maka akan lebih tepat tentunya bila yang jadi rujukan kita adalah “Sirah Rasulullah saw” karya Ibnu Hisyam misalnya.

Nah, khusus kasus Sumpah Pemuda ini, kita bisa ditelusuri dari: Apa tujuannya, dan bagaimana akibatnya? Benarkah Sumpah Pemuda bisa mempersatukan kita dalam kebenaran dan kebaikan? Betulkah bisa menjadi senjata untuk mempertahankan kehormatan dan kemuliaan? Apakah benar dan yakin bahwa ikatan yang dibangun itu bisa memberikan jaminan kebahagiaan di dunia dan akhirat? Well, kamu wajib tahu sobat. Sebagai pemuda Islam, kita emang kudu melatih dan membina diri kita untuk selalu terikat dengan aturan Islam. Dan pastikan bahwa apa yang kita lakukan cocok dengan ajaran Islam.

Dengan demikian, yang bisa dijadikan patokan dalam menelusurinya adalah catatan-catan sejarah yang dibuat oleh orang-orang yang berusaha untuk tidak menyembunyikan kebenaran sejarah. Sebab, kamu kudu yakin, bahwa perjalanan sejarah bangsa ini, banyak yang udah dimanipulasi sesuai kepentingan pemesannya. Oya, nggak cuma di negeri ini, di tempat lain pun, khususnya sejarah yang berkaitan erat dengan Islam sering diputar-balikkan faktanya. Jahat kan orang yang memusuhi Islam itu?

Ikatan yang rapuh
Kalo kamu disuruh memilih di antara dua pilihan; apakah akan menggunakan tali dari benang jahit atau tali dari kawat untuk mengikat kumpulan lidi menjadi sapu lidi? Yang waras akalnya tentu bakalan milih kawat dong buat ngiket lidi jadi sapu lidi. Bener nggak? Kenapa? Lebih kuat. Ya, itu jawabannya.

Kenapa Sumpah Pemuda diikat dengan ikatan yang rapuh? Begini ceritanya. Sebelum tahun 1928 pergerakan pemuda itu banyak banget. Beragam pula tujuan dan asasnya. Sebagai contoh, Jong Ambon, Jong Java, Jong Sumatera. Belum lagi pergerakan pemuda Islam yang emang menjadikan Islam sebagai ikatan di antara mereka. Namun, seperti sudah kita ketahui sejarahnya, mereka disatukan dalam ikatan yang lebih besar. Jadilah pemuda-pemuda yang tadinya tercerai-berai di berbagai daerah—termasuk yang menjadikan Islam sebagai tujuannya—bersatu dalam semangat Indonesia. Singkat cerita, jadilah para pemuda tempo doeloe ini diikat dalam ikatan nasionalisme; Indonesia. Tanah air, bangsa, dan bahasa yang satu, yakni Indonesia.

Wah, mulai ngomongin politik nih ya? Lho, emangnya nggak boleh? Boleh dong. Pemuda dan pemudi Islam wajib darpol dan darkum alias sadar politik dan sadar hukum. Asal jangan kadarkum alias kadang sadar kadang kumat. Ih, emangnya alumni RSJ?

Oya kamu perlu tahu juga dong, bahwa pengertian politik itu nggak melulu urusan pemerintahan dan kekuasaan seperti sangkaan banyak orang termasuk kamu tentunya. Nggak dong, dalam ajaran Islam, politik itu diartikan sebagai riayatusy syuunil ummah, alias pengaturan urusan ummat. Adapun pengaturan urusan ummat itu banyak banget, di antaranya aspek ekonomi (iqtishadi), pidana (uqubat), sosial (ijtima'i), pendidikan (tarbiyah) dan lain-lain. jadi nggak melulu soal pemerintahan kan? Apalagi kalo politik itu kamu artikan sebagai proses perebutan kekuasaan. Wah, kamu bisa diketawain semut tuh.

Oya, kita kembali ngomongin soal nasionalisme. Itu lho, ikatan yang menjadi pengikat dari Sumpah Pemuda. Nasionalisme itu ikatannya rapuh dan tabiatnya buruk banget. Bener lho. Makanya nggak layak untuk dijadikan pengikat di antara kita. Kenapa bisa begitu?

Pertama, karena mutu ikatannya rendah, sehingga tidak mampu mengikat antara manusia satu dengan manusia lainnya tatkala menuju kebangkitan dan kemajuan. Kedua, karena ikatannya bersifat emosional, yang selalu didasarkan pada perasaan yang muncul secara spontan dari naluri mempertahankan diri, yaitu untuk membela diri. Disamping itu sangat berpeluang untuk berubah-ubah, sehingga tidak bisa dijadikan ikatan yang lang?¬geng antara manusia satu dengan yang lain. Ketiga, karena ikatannya bersifat temporal, yakni muncul saat membela diri karena datangnya ancaman. Sedangkan dalam keadaan stabil, yaitu keadaan normal, ikatan ini tiada lagi berarti. Dengan demikian, tidak bisa dijadikan pengikat antara sesama manusia. Begitu teman-teman.

Sudah terbukti bahwa ikatan ini rentan banget terhadap goncangan. Kalau ada musuh, kita bangkit dan trengginas. Pas nggak ada ancaman dari musuh, kita adem ayem aja. Itu namanya ikatan yang nggak stabil. Udah gitu yang dibelanya juga suka nggak jelas dan amat rendahan. Bener, yang dibela itu paling-paling cuma urusan sepele dua pele. Penghinaan saat kalah main basket, kalah rebutan cewek favorit di sekolah. Atau dalam tataran yang lebih luas, bapak-bapak pejabat kita suka kelabakan saat negeri ini ada yang mengancam; embargo ekonomi, atau diancam akan dikasih “tongkat� oleh AS kalo nggak mendukung serangan mereka atas Afghanistan, atau pas ada invasi militer musuh ke negerinya..

Itu kalo lagi ada ancaman. Kalo lagi aman sejahtera? Lihat aja, kemana-mana juga enjoy aja berkendara mercy atawa BMW. Melupakan rakyat dan melupakan siapa musuh yang siap mengancam lagi. Nah, itu sebabnya, dalam Islam paham ini mendapat kritikan tajam dan dikasih label haram untuk digunakan sebagai ikatan. Jadi, Ashabiyyah itu artinya semangat golongan. Dan dalam faktanya, semangat golonganisme ini terdapat di dalamnya sukuisme dan nasionalisme.

Rasulullah saw, baginda kita bersabda saat akan berlangsung peperangan yang mengusung semangat antar golongan di antara kaum Muslim: "Wahai kaum muslimin, ingatlah Allah, ingatlah Allah. Apakah kalian akan bertindak seperti para penyembah berhala saat aku hadir di tengah kalian dan Allah telah menunjuki kalian dengan Islam; yang karena itulah kalian menjadi mulia dan menjauhkan diri dari paganisme, menjauhkan kalian dari kekufuran dan menjadikan kalian bersaudara karenanya?" (dalam kitab as-Sirah an-Nabawiyyah, karya Ibnu Hisyam)

Jadi, jangan sampe kita membela kelompok yang menyerukan semangat golongan. Padahal seharusnya kita membela kelompok, dimana dasar pembelaan kita adalah karena ikatan akidah Islam. Bukan yang lain. Sebab, inilah yang diperintahkan oleh Allah dalam firman-Nya:

واَعْتصِمُواْ بِحَبْلِ الله جَمِيْعًا وَلاَ تَفَـرَّقوُا وَاذْ كـُرُو نِعْمَتَ الله عَلَيْكُمْ إٍذْكُنْتُمْ أَعْـدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلـُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنْتُمْ عَلىَ شَفاَ خُـفْرَةٍ مِنَ النَّاِر فَأَنْقـَدَكُمْ مِنْهَا كَذَالِكَ يُبَبِّنُ اللهُ لَكُمْ اَيَاتِهِ لَعَلـَّكُمْ تَهْـتَدُونَ
ال عـمران 103


Berpegang teguhlah kalian semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai-berai. Ingatlah akan nikmat Allah ketika kalian dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan hingga Allah mempersatukan hati kalian, lalu menjadilah kalian, karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kalian telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kalian darinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kalian agar kalian mendapat petunjuk. (QS Ali Imran [3]: 103)

Jadi mulai sekarang yang wajib kita bela dan perjuangkan adalah Islam. Yang kita tegakkan adalah Islam. Jangan sampe kita membela gank atawa kelompok yang ikatannya bukan akidah Islam. Kita hidup dan mati hanya untuk Islam. Bukan untuk yang lain. Catet lho. Begitupun kalo kita bersumpah, pastikan bahwa apa yang kita ucapkan itu adalah sesuai dengan aturan main dalam ajaran Islam. Bukan semangat nasionalisme, sukuisme, atau semangat golongan lain. Begitu, sobat!

Nah, sekarang baru ngeh deh, misteri yang selama ini menyelimuti Sumpah Pemuda. Lagipula, cita-cita yang digembar-gemborkan itu nggak ada realisasinya, udah gitu rusak dan berbahaya lagi. Walah?

Well, sekarang kita buat ikrar yuk; Kami pemuda dan pemudi Islam, siap membela dan memperjuangkan Islam. Bergaya hidup islami dan bertakwa kepada Allah. Berjanji akan mempertahankan ikatan akidah Islamiyah sebagai persatuan di antara kami. Islam adalah mabda (ideologi) kami. Semoga Allah meridhoi langkah perjuangan kami. Amin.