Selamat datang di Blog LDK KMA

LDK KMA (Lembaga Dakwah Kampus Keluarga Muslim AKA)

Selamat datang di Blog LDK KMA

LDK KMA (Lembaga Dakwah Kampus Keluarga Muslim AKA).

Selamat datang di Blog LDK KMA

LDK KMA (Lembaga Dakwah Kampus Keluarga Muslim AKA).

Selamat datang di Blog LDK KMA

LDK KMA (Lembaga Dakwah Kampus Keluarga Muslim AKA).

Selamat datang di Blog LDK KMA

LDK KMA (Lembaga Dakwah Kampus Keluarga Muslim AKA).

Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juli 2013

Ziarah kubur menjelang masuknya Ramadhan


1.       Ziarah kubur menjelang masuknya Ramadhan
 Ini adalah tradisi yang sudah turun temurun di negeri ini, dan juga beberapa negeri muslim lainnya, khususnya pada rumpun melayu.
Secara umum, berziarah kubur adalah ibadah sunah, sebagaimana perintah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallamberikut ini:
عن بُرَيْدَة – رضي الله عنه – ، قَالَ : قَالَ رسول الله – صلى الله عليه وسلم – : (( كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عن زِيَارَةِ القُبُورِ فَزُوروها )) رواه مسلم . وفي رواية : (( فَمَنْ أرَادَ أنْ يَزُورَ القُبُورَ فَلْيَزُرْ ؛ فإنَّهَا تُذَكِّرُنَا الآخِرَةَ ))

Dari Buraidah Radhiallahu ‘Anhu, katanya: Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Dahulu saya melarang kalian dari berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah.” (HR. Muslim). Riwayat lain: “maka barangsiapa yang hendak berziarah kubur maka berziarahlah, karena hal itu bisa mengingatkan akhirat.”

Hadits ini dikeluarkan oleh:

-          Imam Muslim dalam Shahihnya No. 1977
-          Imam An Nasa’i dalam As Sunan Al Kubra No. 5162
-          Imam Ibnu Majah dalam Sunannya No. 1571
-          Imam Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 9289
-          Imam Abu ‘Uwanah dalam Musnadnya No. 7879, 7882
-          Imam Ahmad dalam Musnadnya No. 1235, 4319, 13512, 13640, 23053
-          Imam Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf No. 312, 11928, 11935
-          Imam Al Bazzar dalam Musnadnya No. 4373, 4465, 7366
-          Imam Ath Thabarani dalam Musnad Asy Syamiyin No. 604, 2442, dalam Al Ausath No. 6394
-          Imam Ath Thahawi dalam Musykilul Aatsar No. 4130
-          Imam Abdurrazzaq dalam Al Mushannaf No. 2708

Maka, kesunahan berziarah kubur adalah perkara yang tidak diragukan lagi bagi kaum muslimin, khususnya kaum laki-laki. Ada pun berziarah kubur bagi kaum wanita telah diperselisihkan ulama, namun pendapat yang rajih adalah boleh pula bagi kaum wanita untuk berziarah kubur. (Lihat di http://www.ustadzfarid.com/2011/09/wanita-berziarah-kubur.html)
Kemudian, ziarah kubur pada dasarnya adalah ibadah muthlaq yaitu ibadah yang tak terikat oleh waktu, peristiwa, dan sebab tertentu. Kapan pun kita mau dan ada kesempatan, maka ziarah kubur adalah masyru’ (disyariatkan). Maka, boleh saja berziarah kubur di waktu yang kita lapang baik hari ini dan itu, bulan ini dan itu, menjelang Ramadhan, pas Ramadhan, atau setelah Ramadhan, dzul qa’dah, dzul hijjah, dan lainnya. Semua ini boleh saja.
Ada pun mengkhususkan dan mengikatkan ziarah kubur dengan waktu tertentu, seperti mengikatkannya dengan menjelang Ramadhan saja, atau awal Syawal, lalu melakukannya menjadi rutinitas yang baku, maka tradisi ini tidak memiliki dasar dalam syariat. Tidak pada Al Quran, tidak pula pada As Sunnah, juga tidak pula pada sahabat, tabi’in, dan  imam empat madzhab. Karena ini adalah ibadah muthlaq, maka sebaiknya dilakukan sesuai kemutlakannya itu, kadang kita  ziarah kubur menjelang Ramadhan, kadang kita melakukan di awal Syawal, kadang kita lakukan di beberapa bulan lainnya, agar dia berjalan sesuai kemutlakannya itu.
Namun, masalah ini adalah perkara sensitif di masyarakat. Seorang muslim mesti mau memahami dan memaklumi kenapa sebagian masyarakat muslim -dengan didukung para ulamanya- melakukan ini. Ini adalah –meminjam istilah ahli ushul-  Al ‘Urf (tradisi). Dan, tradisi bagi para pakar ada dua: Al ‘Urf Ash Shahih (tradisi yang benar) dan Al ‘Urf Al Fasad (tradisi yang rusak).
Al ‘Urf Ash Shahih adalah tradisi yang benar lagi baik, yang tidak bertentangan dengan syariat Islam, baik secara umum atau terperinci. Ada pun mentradisikan ziarah kubur menjelang Ramadhan dan awal Syawal mereka masukkan ke dalam kelompok ini; tradisi yang baik, karena pada dasarnya memang berziarah kubur adalah sunnah dan baik.
Al ‘Urf Al Fasad adalah tradisi yang merusak, yang bertentangan dengan syariat Islam, baik secara umum atau khusus. Seperti tradisi sebagian nelayan yang melakukan lempar sesajen ke pantai laut selatan setelah mereka mendapatkan hasil ikan yang banyak.
Demikianlah. Keluar dari khilafiyah adalah lebih utama, yakni dengan menempatkan ziarah kubur sebagaimana porsinya sebagai ibadah mutlak. Lalu tetaplah menjaga ukhuwah terhadap sesama muslim.

2.       Membaca surat Yasin di kuburan.

Masalah ini telah saya bahas panjang di link berikut:
Demikian. Wallahu A’lam
Wa Shallallahu ‘Ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘Ala Aalihi wa Shahbihi ajmain.  (sbb/dkw)
umber: http://www.dakwatuna.com/2013/07/10/36557/ziarah-kubur-menjelang-ramadhan/#ixzz2ZMidPBtx
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

Kamis, 29 Maret 2012

Paradigma Gerakan Mahasiswa

Banyak mahasiswa yang saat ini terjebak dengan euphoria aksi jalanan. Aksi jalanan dianggap sebagai kegiatan yang hanya bisa dilakukan oleh mahasiswa. Padahal saat ini kita sudah masuk ke era reformasi. Pada era ini semua orang bisa melakukan demonstrasi di manapun dan kapanpun mereka mau. Sehingga dengan kondisi seperti ini, banyak mahasiswa aktivis yang tersesat di persimpangan jalan.
Fenomena aktivis yang hanya diam saja salah satunya disebabkan oleh tidak jelasnya lagi bentuk nyata ketika bergerak. Contohnya, dulu demonstrasi hanya dilakukan oleh mahasiswa, sedangkan saat ini siapapun dapat melakukan demonstrasi. Sehingga mahasiswa pun kehilangan pekerjaan suci mereka.

Minggu, 30 Oktober 2011

Darah Perjuangan

Cucuran letih diterik panas jalan perjuangan
Peluh keringat membasahi raga yang lunglai
Debu merayap di trotoar menanti teriakan-teriakan aktivis
Tangis dikala penat dalam kegelisahan jiwa
Itulah yang mungkin pernah dan akan slalu kita rasakan…

Di dunia lain…
Dentuman bom-bom senantiasa menghantui setiap perjalanan
Mortir melayang-layang mencari mangsanya
Bukan bercucuran keringat, tapi bermandikan darah
Bukan sekedar teriakan-teriakan, tapi peluru yang terlepas dari senjata
Tak sekedar waktu kuliah yang terkorbankan, tapi nyawa pun tergadaikan
Anak-anak kecil berlarian bermodal batu di tangan tanpa tahu apa yang di hadapnya..

Wahai kawan…
Seberapa banyakkah waktu yang telah kita berikan untuk berjuang?
Berapa banyakkah kita menginfaqkan rizki yang kita punyai untuk anak-anak yang tidak cukup makan?
Sudah berapa kalikah kita tidak kuliah untuk ikut aksi di jalanan?
Sudahkah kita saling memahami dalam perjuangan  ini?

Letih memang letih
Penat memang penat
Tetesan air mata pun wajar…

Tapi, apakah cukup dengan itu semua kita mampu mencicipi surga-Nya yang abadi?
Layakkah kita disebut seorang Pejuang Islam?
Pantaskah jikalau kita meninggal akan dikatakan sebagai syuhada?
Atau masih berbanggakah kita sebagai tentara ALLAH?

Sehingga masih layakkah kita berkeluh kesah?

Sabtu, 22 Oktober 2011

MISTERI SUMPAH PEMUDA

Wah kayak filmnya Mak Lampir aja pakai judul Misteri segala. Kita jadi ikutan serem nih. Bener, emangnya kenapa sih kok sampe dibuat judul begitu? Kita penasaran lho. Bener.Well, kita yakin deh kalo kamu semua sebetulnya udah pada ngeh soal peringatan yang satu ini. Seperti biasa, yang punya kalender dan rasa nasionalismenya tinggi udah jauh-jauh hari dilingkarin tuh angka. Sebagai pengingat, bahwa tanggal tersebut adalah tanggal keramat bagi pemuda Indonesia. Yap, setiap tanggal 28 Oktober kita selalu memperingatinya. Di sekolah dan kampus malah suka diadain acara yang intinya memberikan semangat buat para pemuda negeri ini. Maklum, bapak-bapak pejabat merasa bahwa para pemuda di jaman normal ini lagi pada melempem semangat kebangsaannya. Masih kudu dikomporin aja biar meleduk.
Kalo ditanya apa isi teks sumpah pemuda itu, kita yakin di antara kamu malah ada yang udah hapal banget. Meski ada juga teman kamu yang mengaku hal itu di luar kepala alias nggak ada di otak. Iya dong, gimana mau tahu, wong nggak ada filenya di otak.

Gimana teksnya? Ya, seperti yang diucapkan para pemuda dalam Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta dulu: 1. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. 2. Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertanah air satu, tanah air Indonesia. 3. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Itulah bunyi teksnya. Ada yang lupa atau malah nggak tahu? Walah, kayaknya banyak juga yang nggak inget, dan naga-naganya sih rada malu kalo harus tunjuk jari. Bener nggak? Nah, ketahuan deh kalo selama ini yang diapalin cuma teks lagu-lagunya Westlife, Dewa, Boyzone, The Corrs, Backstreet Boys, etc. Ehm...

Eh, ngomong-ngomong, kamu nyadar nggak sih dengan apa yang diinginkan para pendahulu kita itu? Kamu ngeh nggak sih dengan kejadian di balik lahirnya Sumpah Pemuda itu? Eh, apa sih makna Sumpah Pemuda buat kamu? Nah, sekarang kita kudu melakukan semacam penelitian ulang? terhadap sejarah. Emang sih, yang namanya sejarah nggak bisa diulang dan dibuktikan lewat eksperimen di laboratorium kayak pelajaran kimia, biologi, dan fisika. Bener kan? Coba aja, kalo kita pengen ngebuktiin kebenaran dari teori tentang gelombang transversal dan longitudinal. Itu perlu dibuktikan dengan percobaan. Waktu SMP dulu kita udah diberikan praktiknya. Masih inget nggak? Setelah dijelasin lewat praktiknya baru deh kita manggut-manggut, bahwa teori ama praktiknya kagak tulalit. Bener kan bisa dibuktikan kembali, meski penemuannya udah terjadi puluhan tahun silam. Begitupula dengan iptek lainnya.
Kalo sejarah? Wah, nggak bisa diulang Mas. Bener. Coba siapa yang bisa membuktikan kembali di laboratorium. Nggak ada yang bisa. Waktunya udah lewat. Selain itu emang sejarah bukan percobaan ilmiah. Lalu dari mana kita belajar mengetahui sejarah?

Begini sobat, untuk mengetahui kebenaran sejarah hanya bisa ditelusuri melalui tiga jalur; Pertama, catatan-catatan sejarah. Kedua, peninggalan-peninggalan sejarah. Dan ketiga, riwayat. Mengenai yang pertama, tidak boleh dijadikan sebagai sumber secara mutlak. Sebab catatan-catatan sejarah itu selalu dipengaruhi oleh situasi politik di setiap jaman dan senantiasa tercampur dengan kepalsuan, baik itu mendukung orang-orang tertentu di masa penulisannya, kemudian menentang orang-orang tersebut yang ditulis pada masa sesudahnya.

Akan halnya peninggalan sejarah, sesungguhnya apabila dipelajari dengan obyektif akan dapat menunjukkan suatu fakta sejarah. Sekalipun peninggalan-peninggalan sejarah itu tidak mampu membentuk rantai sejarah, akan tetapi dapat menunjukkan kepastian sebagian peristiwa.

Mengenai sumber ketiga, riwayat; adalah termasuk sumber-sumber yang layak dipercaya dan dapat dijadikan sebagai pegangan apabila riwayatnya benar. Persis dengan cara yang ditempuh dalam periwayatan sebuah hadis. Dengan cara seperti inilah hendaknya sejarah ditulis. Sebagai misal, apabila kita ingin mengetahui sejarah Rasulullah, maka akan lebih tepat tentunya bila yang jadi rujukan kita adalah “Sirah Rasulullah saw” karya Ibnu Hisyam misalnya.

Nah, khusus kasus Sumpah Pemuda ini, kita bisa ditelusuri dari: Apa tujuannya, dan bagaimana akibatnya? Benarkah Sumpah Pemuda bisa mempersatukan kita dalam kebenaran dan kebaikan? Betulkah bisa menjadi senjata untuk mempertahankan kehormatan dan kemuliaan? Apakah benar dan yakin bahwa ikatan yang dibangun itu bisa memberikan jaminan kebahagiaan di dunia dan akhirat? Well, kamu wajib tahu sobat. Sebagai pemuda Islam, kita emang kudu melatih dan membina diri kita untuk selalu terikat dengan aturan Islam. Dan pastikan bahwa apa yang kita lakukan cocok dengan ajaran Islam.

Dengan demikian, yang bisa dijadikan patokan dalam menelusurinya adalah catatan-catan sejarah yang dibuat oleh orang-orang yang berusaha untuk tidak menyembunyikan kebenaran sejarah. Sebab, kamu kudu yakin, bahwa perjalanan sejarah bangsa ini, banyak yang udah dimanipulasi sesuai kepentingan pemesannya. Oya, nggak cuma di negeri ini, di tempat lain pun, khususnya sejarah yang berkaitan erat dengan Islam sering diputar-balikkan faktanya. Jahat kan orang yang memusuhi Islam itu?

Ikatan yang rapuh
Kalo kamu disuruh memilih di antara dua pilihan; apakah akan menggunakan tali dari benang jahit atau tali dari kawat untuk mengikat kumpulan lidi menjadi sapu lidi? Yang waras akalnya tentu bakalan milih kawat dong buat ngiket lidi jadi sapu lidi. Bener nggak? Kenapa? Lebih kuat. Ya, itu jawabannya.

Kenapa Sumpah Pemuda diikat dengan ikatan yang rapuh? Begini ceritanya. Sebelum tahun 1928 pergerakan pemuda itu banyak banget. Beragam pula tujuan dan asasnya. Sebagai contoh, Jong Ambon, Jong Java, Jong Sumatera. Belum lagi pergerakan pemuda Islam yang emang menjadikan Islam sebagai ikatan di antara mereka. Namun, seperti sudah kita ketahui sejarahnya, mereka disatukan dalam ikatan yang lebih besar. Jadilah pemuda-pemuda yang tadinya tercerai-berai di berbagai daerah—termasuk yang menjadikan Islam sebagai tujuannya—bersatu dalam semangat Indonesia. Singkat cerita, jadilah para pemuda tempo doeloe ini diikat dalam ikatan nasionalisme; Indonesia. Tanah air, bangsa, dan bahasa yang satu, yakni Indonesia.

Wah, mulai ngomongin politik nih ya? Lho, emangnya nggak boleh? Boleh dong. Pemuda dan pemudi Islam wajib darpol dan darkum alias sadar politik dan sadar hukum. Asal jangan kadarkum alias kadang sadar kadang kumat. Ih, emangnya alumni RSJ?

Oya kamu perlu tahu juga dong, bahwa pengertian politik itu nggak melulu urusan pemerintahan dan kekuasaan seperti sangkaan banyak orang termasuk kamu tentunya. Nggak dong, dalam ajaran Islam, politik itu diartikan sebagai riayatusy syuunil ummah, alias pengaturan urusan ummat. Adapun pengaturan urusan ummat itu banyak banget, di antaranya aspek ekonomi (iqtishadi), pidana (uqubat), sosial (ijtima'i), pendidikan (tarbiyah) dan lain-lain. jadi nggak melulu soal pemerintahan kan? Apalagi kalo politik itu kamu artikan sebagai proses perebutan kekuasaan. Wah, kamu bisa diketawain semut tuh.

Oya, kita kembali ngomongin soal nasionalisme. Itu lho, ikatan yang menjadi pengikat dari Sumpah Pemuda. Nasionalisme itu ikatannya rapuh dan tabiatnya buruk banget. Bener lho. Makanya nggak layak untuk dijadikan pengikat di antara kita. Kenapa bisa begitu?

Pertama, karena mutu ikatannya rendah, sehingga tidak mampu mengikat antara manusia satu dengan manusia lainnya tatkala menuju kebangkitan dan kemajuan. Kedua, karena ikatannya bersifat emosional, yang selalu didasarkan pada perasaan yang muncul secara spontan dari naluri mempertahankan diri, yaitu untuk membela diri. Disamping itu sangat berpeluang untuk berubah-ubah, sehingga tidak bisa dijadikan ikatan yang lang?¬geng antara manusia satu dengan yang lain. Ketiga, karena ikatannya bersifat temporal, yakni muncul saat membela diri karena datangnya ancaman. Sedangkan dalam keadaan stabil, yaitu keadaan normal, ikatan ini tiada lagi berarti. Dengan demikian, tidak bisa dijadikan pengikat antara sesama manusia. Begitu teman-teman.

Sudah terbukti bahwa ikatan ini rentan banget terhadap goncangan. Kalau ada musuh, kita bangkit dan trengginas. Pas nggak ada ancaman dari musuh, kita adem ayem aja. Itu namanya ikatan yang nggak stabil. Udah gitu yang dibelanya juga suka nggak jelas dan amat rendahan. Bener, yang dibela itu paling-paling cuma urusan sepele dua pele. Penghinaan saat kalah main basket, kalah rebutan cewek favorit di sekolah. Atau dalam tataran yang lebih luas, bapak-bapak pejabat kita suka kelabakan saat negeri ini ada yang mengancam; embargo ekonomi, atau diancam akan dikasih “tongkat� oleh AS kalo nggak mendukung serangan mereka atas Afghanistan, atau pas ada invasi militer musuh ke negerinya..

Itu kalo lagi ada ancaman. Kalo lagi aman sejahtera? Lihat aja, kemana-mana juga enjoy aja berkendara mercy atawa BMW. Melupakan rakyat dan melupakan siapa musuh yang siap mengancam lagi. Nah, itu sebabnya, dalam Islam paham ini mendapat kritikan tajam dan dikasih label haram untuk digunakan sebagai ikatan. Jadi, Ashabiyyah itu artinya semangat golongan. Dan dalam faktanya, semangat golonganisme ini terdapat di dalamnya sukuisme dan nasionalisme.

Rasulullah saw, baginda kita bersabda saat akan berlangsung peperangan yang mengusung semangat antar golongan di antara kaum Muslim: "Wahai kaum muslimin, ingatlah Allah, ingatlah Allah. Apakah kalian akan bertindak seperti para penyembah berhala saat aku hadir di tengah kalian dan Allah telah menunjuki kalian dengan Islam; yang karena itulah kalian menjadi mulia dan menjauhkan diri dari paganisme, menjauhkan kalian dari kekufuran dan menjadikan kalian bersaudara karenanya?" (dalam kitab as-Sirah an-Nabawiyyah, karya Ibnu Hisyam)

Jadi, jangan sampe kita membela kelompok yang menyerukan semangat golongan. Padahal seharusnya kita membela kelompok, dimana dasar pembelaan kita adalah karena ikatan akidah Islam. Bukan yang lain. Sebab, inilah yang diperintahkan oleh Allah dalam firman-Nya:

واَعْتصِمُواْ بِحَبْلِ الله جَمِيْعًا وَلاَ تَفَـرَّقوُا وَاذْ كـُرُو نِعْمَتَ الله عَلَيْكُمْ إٍذْكُنْتُمْ أَعْـدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلـُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنْتُمْ عَلىَ شَفاَ خُـفْرَةٍ مِنَ النَّاِر فَأَنْقـَدَكُمْ مِنْهَا كَذَالِكَ يُبَبِّنُ اللهُ لَكُمْ اَيَاتِهِ لَعَلـَّكُمْ تَهْـتَدُونَ
ال عـمران 103


Berpegang teguhlah kalian semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai-berai. Ingatlah akan nikmat Allah ketika kalian dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan hingga Allah mempersatukan hati kalian, lalu menjadilah kalian, karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kalian telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kalian darinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kalian agar kalian mendapat petunjuk. (QS Ali Imran [3]: 103)

Jadi mulai sekarang yang wajib kita bela dan perjuangkan adalah Islam. Yang kita tegakkan adalah Islam. Jangan sampe kita membela gank atawa kelompok yang ikatannya bukan akidah Islam. Kita hidup dan mati hanya untuk Islam. Bukan untuk yang lain. Catet lho. Begitupun kalo kita bersumpah, pastikan bahwa apa yang kita ucapkan itu adalah sesuai dengan aturan main dalam ajaran Islam. Bukan semangat nasionalisme, sukuisme, atau semangat golongan lain. Begitu, sobat!

Nah, sekarang baru ngeh deh, misteri yang selama ini menyelimuti Sumpah Pemuda. Lagipula, cita-cita yang digembar-gemborkan itu nggak ada realisasinya, udah gitu rusak dan berbahaya lagi. Walah?

Well, sekarang kita buat ikrar yuk; Kami pemuda dan pemudi Islam, siap membela dan memperjuangkan Islam. Bergaya hidup islami dan bertakwa kepada Allah. Berjanji akan mempertahankan ikatan akidah Islamiyah sebagai persatuan di antara kami. Islam adalah mabda (ideologi) kami. Semoga Allah meridhoi langkah perjuangan kami. Amin.

Sabtu, 17 September 2011

Kumpulan Anekdot dan Kisah-Kisah Unik Aktifis Dakwah (semoga bisa tersenyum)

1. Bughot di demo Gus Dur

Pada pertengahan tahun 2001 yang lalu, Jakarta kembali dimarakkan oleh demo-demo anti Gus-Dur, baik di Gedung DPR, Bundaran HI maupun langsung ke Istana merdeka. Banyak elemen masyarakat dan mahasiswa yang bergabung untuk turun ke jalan dengan membawa berbagai nama. Dan semakin hari, aksi turun ke jalan ini semakin sering dengan jumlah yang kian hari kian meningkat. Fenomena seperti ini meresahkan sebagian kalangan Nadhliyin yang menganggap Gus Dur sebagai perwakilan dan lambang identitas dari NU. Yang terjadi kemudian adalah munculnya wacana bughot (istilah fikih untuk pemberontakan pada pemerintahan islam yang sah) dari sebagian ulama NU yang dituduhkan pada mereka yang melakukan aksi demo tersebut. Wacana yang disertai tuduhan ini pun berkembang dimana-mana, dari mulai siaran TV, media massa sampai diskusi pembahasan fikih. Oleh para ikhwan, yang memang paling aktif dalam melakukan demonstrasi ini, tuduhan tersebut dijawab dengan enteng dengan sebuah senyuman, " memang kita akui, bahwa sebagian besar dari kami adalah benar-benar seorang bughot, ya.. Bujangan berjenggot ! "

2. Pedagang Asongan pun tahu
Masih tentang demo anti Gus Dur, maraknya tuduhan bughot pada para demonstran membuat banyak masyarakat bertanya-tanya, siapa sebenarnya dan darimana datangnya para demonstran yang kian hari kian banyak dengan berbagai nama organisasi baru, selain organisasi yang jelas dan sudah lama eksis seperti KAMMI dan BEM SI. Tapi kebingungan seperti ini tidak melanda para pedagang asongan di sekitar bundaran HI dan istana merdeka. Mereka dengan jelas tahu persis siapa dibalik demo-demo ini. Seorang wartawan mencoba bertanya pada salah satu dari mereka.
" Anda tahu siapa sebenarnya dan darimana datangnya para peserta demo ini ?"
" Jelas kami tahu, mereka adalah orang-orang semacam KAMMI dan yang sejenis
itulah pokoknya ..! "
"Tapi, darimana anda tahu ? "
" Jelas kali, setiap kali mereka demo kami selalu dilanda kerugian, karena tak satupun dari peserta demo yang membeli rokok dari kami, dan hal ini tidak pernah kami alami, selain di demo yang dilakukan orang-orang KAMMI dan sejenis itu ."
" Oooo.. pantesan .."
3. Menentukan Hari Demo
Dalam situasi genting dengan perkembangan peta politik yang demikian cepat membuat setiap ikhwah harus siap siaga. Kapan pun dan dimanapun ada panggilan, mereka harus segera berangkat untuk ikut turun ke jalan, bahkan mungkin dengan persiapan seadanya. Ada cerita, seorang ikhwah semalaman sudah belajar karena ada ujian (kuis) esok harinya, tapi setelah subuh mendadak ada telpon panggilan demo. Akhirnya ujian pun ditinggalkan untuk menunaikan tugas tersebut. Inilah susahnya bagi para perancang demo, untuk menentukan jam dan hari demo yang tepat agar banyak peserta yang datang dan ikut Karena jika tidak, jumlah peserta yang sedikit akan melemahkan semangat peserta demo dan mengurangi kekuatan pressure mereka.
Ada satu keunikan bahwa di Jakarta demo paling sering dilakukan hari Jumat setelah Jumatan, biasanya kumpul di Al Azhar. Dan yang paling jarang bahkan tidak pernah dilakukan adalah pada hari Sabtu. Salah seorang penggerak demo ditanya masalah ini dan mengatakan, bahwa pernah dilaksanakan pada hari Sabtu, tapi ternyata pesertanya sangat sedikit sehingga menjadi kurang efektif. Ketika ditanya ada apa dengan hari sabtu, beliau menjawab,
" Hari sabtu itu hari liqo' nasional, kebanyakan ikhwah kita jadwal 'ngajinya' hari Sabtu, jadi demo boleh jalan, tapi ngaji juga tetap jalan terus..jangan sampai terganggu demo.."
4. Lagu-Lagu Demo
Masih tentang demo. Demonstrasi yang dilakukan para ikhwah pertengahan 2001 yang lalu memang agak unik. Dengan alasan pertimbangan keamanan, dalam demonstrasi para ikhwah di larang memperlihatkan segala atribut ataupun ciri keikhwahan. bahkan dianjurkan untuk tampil unik, gaul ataupun sedikit preman. Maka jangan heran kalau banyak di temui sosok-sosok ustad yang berpakaian sporty dan gaul. Dan keunikan pun muncul pada lagu-lagu yang ditampilkan. Kalau biasanya adalah lagu-lagu demo penuh nuansa perjuangan, maka pada kali ini banyak dipakai lagu-lagu jahiliyah yang diplesetkan. Ada lagunya Zamrud, Sheila On Seven, lagu dangdut sampai lagu Doraemon pun ikut diplesetkan. Entah darimana mendadak ikhwah kita hafal dan fasih dalam melantunkan lagu-lagu seperti ini. Tetapi masalahnya tidak berhenti di sini. Karena di saat yang sama, sebagaimana diceritakan oleh salah seorang al akh, bahwa dia pernah menjumpai sebuah demo tandingan yang dilakukan oleh Forkot dan elemen kiri lainnya. Ternyata dalam demo tersebut, mereka melantunkan lagu-lagu dengan nada nasyid-nasyid perjuangan milik Izzatul Islam yang juga diplesetkan !
Benar-benar sebuah gambaran pertarungan yang menyeluruh, sampai lagu demo pun ikut saingan !
5. Sebab Ketegangan
Peristiwa 11 September 2001 membuat perhatian dunia tertuju pada Amerika dan Afghanistan. Serangan membabi buta yang dilakukan Amerika mengundang reaksi keras dari seluruh muslim sedunia. Sedikitnya ada 2 negara besar yaitu Pakistan dan Indonesia, yang penduduknya merespon dengan demonstrasi yang besar-besaran dan tidak henti-hentinya.Di Indonesia, demonstrasi dilakukan oleh hampir semua elemen muslimin seperti GPI, FPI, FIS dan tak ketinggalan juga para ikhwah. Suatu demonstrasi dilakukan oleh sebagian ikhwah yang tergabung dalam KAMMI pada sekitar awal Oktober di depan gedung DPR/MPR. Ketegangan pun terjadi karena tuntutan untuk masuk tidak digubris oleh pihak keamanan, yang boleh masuk hanya perwakilan, padahal tentu semua tahu bahwa gedung itu adalah milik rakyat sendiri. Maka sebagian ikhwahpun yang sudah lama tidak berolahraga pun tergerak untuk menakut-nakuti polisi dengan menggerak-gerakan pintu masuk. Situasipun semakin panas karena, polisi sabhara pun tak membiarkan mereka masuk. Maka dorong-mendorong sangat dasyhat pun tak terelakkan, dan ketegangan pun terjadi dalam waktu yang cukup lama, namun pintu tetap tak terbuka. Sebagian ikhwah pun terus mencoba berunding, bahwa mereka akan masuk untuk ambil wudhu dan sholat Ashar saja, karena waktu ashar sudah tiba. Permintaan seperti inipun tetap tak digubris, akhirnya dengan nada putus asa seorang ikhwah dengan logat betawi berseru lantang, " Susah ..! polisinya kagak 'ngaji' sih, jadi kagak bakalan ngerti.coba kalo polisinya ikut 'ngaji' ..dari tadi pasti pintunya udah dibuka !" Sebagian ikhwah yang ikut mendengar tersenyum simpul dan membenarkan dalam hati.
6. KAMMI Ganti Nama
Setiap kali Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) berdemo dan melakukan long march, maka yang akan banyak terlihat adalah barisan putih panjang yang terdiri dari para ABG ( Akhwat Berjilbab Gede) , yang dikelilingi oleh sedikit ikhwan sebagai boarders. Dari sini jelas terlihat bagaimana perbandingan jumlah ikhwan dan akhwat yang terlampau mencolok. Dan repotnya hal seperti berlangsung terus di demo-demo yang lain. Yang akhirnya membikin ciri khas khusus bagi demonstrasi yang dilakukan KAMMI, yang seolah-olah menggambarkan bahwa KAMMI hanya milik para akhwat. Akhirnya muncul usulan dari para ikhwan untuk mengganti nama KAMMI menjadi KAMMMI, karena alasannya sesuai sejarahnya, pertama kali pada jatuhnya orde baru tahun 1966 ada yang namanya KAMI dengan satu huruf M, kemudian disusul pada bangkitnya orde reformasi muncul KAMMI dengan dua huruf M. Maka sesuai perkembangan terakhir sekarang dimunculkan KAMMMI dengan tiga huruf M yaitu Kesatuan Aksi Mahasiwa Muslim Muslimah Indonesia.
7. S-2 dan S-3
Maraknya dakwah di Ibukota sangat mengharukan hati. Di kampus-kampus umum, sekolah dan masjid-masjid perumahan sering diadakan kegiatan-kegiatan dakwah yang beraneka ragam. Dari mulai ceramah biasa, diskusi remaja, pemutaran film, bedah buku, bazaar sampai ke tabligh akbar, semuanya semakin menambah marak kesejukan suasana Ibukota yang sudah penuh sesak. Semua ini kemudian diikuti dengan bertambahnya kebutuhan akan juru dakwah. Tapi kita tidak perlu khawatir, karena banyak sekali aktivis dakwah kita yang masih muda, baru S-1 ataupun masih kuliah yang sudah mendapat gelar Phd dan MBA. Dan ini banyak kita temukan di kampus-kampus. Gelar Phd ini disematkan bagi mereka yang benar-benar 'Pakar Halaqoh dan Dauroh', sedangkan MBA untuk 'Murobby Banyak Akal !' Ini di bidang dakwah, kadang ada juga istilah lain yang dipakai untuk menyindir sampai dimana 'proses' seorang ikhwan, seperti MBA dari 'Murobby Belum Acc' , dan MBM dari 'Murobby Baru Mencarikan', atau kalau sudah selesai prosesnya bisa disebut MBM juga, yaitu 'Married By Murobby.!'
Ada juga gelar yang sudah cukup masyhur di kalangan aktivis dakwah yang di peruntukkan bagi lulusan Timur Tengah ataupun LIPIA, yaitu Lc. Tapi gelar Lc ini ternyata sekarang banyak dipakai oleh para aktivis muda kita, tapi yang ini berarti 'Langsung Ceramah'.Dan kabarnya pula Xanana Gusmao, Presiden Timor Lorosae juga punya gelar Lc juga, yaitu 'Lulusan Cipinang'.
8. Berbeda tapi ternyata sama
Seorang Akhi di UNS mendadak harus pulang ke kota kecilnya di belahan utara pulau Jawa, karena ayahnya dikabarkan masuk rumahsakit. Sebuah fenomena memang kalau di sebuah kota kecil yang tidak ada kampus ternamanya biasanya tidak banyak memiliki stock ikhwan ataupun akhwat. Tapi di rumah sakit, tepatnya di bagian mushollanya, pada waktu itu dengan firasat ikhwannyanya al-akh ini berhasil menemukan seseorang yang 'disangkanya' seorang ikhwan pula. Tapi keraguan itu membuatnya bertanya dengan malu-malu, "Assalamualaikum wr wb, Langsung saja Mas.. antum Ikhwan khan ? ". Yang ditanya sempat kaget, lalu tersenyum dan memjawab, " Apa? bakwan ! eh..ikhwan ? Maaf bukan mas, saya dulu di JT tapi sekarang saya mantep di HT, insya Allah , ". Dengan agak malu karena sok tahu, akh kita ini minta ijin untuk undur diri sambil menyalahkan firasat ikhwaniyahnya yang gagal kali ini. Tapi sebelum ia beranjak, orang tadi memanggilnya kembali,
" Afwan Akhi, saya dulu memang di JT tapi ini Jamaah Tarbiyah bukan Jamaah Tabligh lho.."
" Terus kenapa sekarang masuk HT ?"
" Iya, dari dulupun saya ikut HT, Halaqoh Tarbiyah ..!"
"Oooo..sama semua ya..ternyata"
9. Nama Lain Ngaji
Pada suatu malam Ahad, seorang Akhi yang baru memulai sejarah dakwahnya pamit pada temannya se kostnya untuk pergi 'ngapel' ke rumah seorang teman. Teman se-kost itu yang kebetulan juga seniornya sangat khawatir dengan aktivitas 'anak baru' tersebut. Kemudian dengan diam-diam ia mengikuti langkah sang Akhi tersebut, yang ternyata masuk ke dalam seorang rumah ustad. Dan setelah ditunggu sekitar dua jam, akhirnya sang Akhi tersebut keluar dengan wajah penuh keceriaan. Sang Senior yang sudah penasaran dari tadipun langsung menginterogasinya,
" katanya ngapel, kok di rumah ustad ? "
" Ya Mas, yang ini bukan ngapel pacaran, tapi ngapel singkatan dari 'ngaji pelan-pelan' alias liqo' ".
Begitulah, sesuai dengan situasi dan kondisi di suatu tempat kadang-kadang digunakan bahasa lain untuk lebih menyamarkan atau mengakrabkan aktivitas yang satu ini. Kalau di lingkungan kampus biasanya dikenal istilah Mentoring atau Asistensi, Di Yayasan Iqro' club yang menangani anak-anak STM di Jakarta menyebutnya dengan DSL (Dakwah Sistem Langsung), beberapa ikhwan lain menyebutnya dengan istilah 'Les Privat' ataupun 'kencan mingguan',dan ada juga yang bikin istilah keren yang sama dengan sebuah paket acara televisi di Indosiar yaitu KISS (Kisah tentang Selebritis), tapi KISS yang ini berarti Kajian Islam Seminggu Sekali, ada juga yang menyebutnya Kajian Islam Sabtu sore, Senin Sore, Selasa Sore, atau Sabtu Siang, dan seterusnya.
10. Simatupang dan Situmorang
Dua dari sepuluh karakteristik ideal seorang dai adalah 'Qowiyyul Jismi' dan 'Harisun ala waqtihi'. Idealnya seorang yang beraktifitas di jalan dakwah memang harus mempunyai ciri tersebut. Tapi ada cerita unik, tentang dua orang ikhwan yang kebetulan tinggal satu kamar di sebuah rumah kost-kostan. Keduanya kuliah di kampus yang sama, jurusan yang sama, dan kebetulan sama-sama bergabung dalam LDK (Lembaga Dakwah Kampus ) yang ada di kampusnya. Tapi yang menjadikannya berbeda adalah dari segi jam terbang dakwahnya.
Sebut saja akhi A, beliau setiap hari hampir jarang ada di kamarnya. Berangkat pagi hari habis sholat Subuh, kemudian sore pulang sebentar untuk ngambil sesuatu dan mandi, kemudian pergi lagi dan pulang sampai larut malam, itupun tidak setiap hari beliau pulang. Belum lagi kalo pas hari libur atau sedang kosong , tiba-tiba ada panggilan dakwah, maka beliau langsung pergi lagi walaupun jarum jam menunjukkan pukul sebelas malam. Itu cerita tentang si A. Lain lagi dengan temen sekamarnya si B, beliau paling sering kelihatan di rumahnya, atau lebih tepatnya di kamarnya, atau lebih pasnya lebih sering kelihatan tidurnya. Pagi berangkat kuliah sebagaimana biasa, dan siang pulang kemudian di rumah terus sampai esoknya lagi, kecuali satu hari saja untuk 'aktivitas ngaji' di rumah seorang ustad. Perbedaan yang sangat frontal ini konon mendapat perhatian yang cukup serius dari ikhwah lainnya yang tinggal sekontrakan dengan mereka berdua. Akhirnya, walaupun keduanya bukan dari tanah Batak, mereka sepakat memberi nama marga di belakang nama mereka yang satu Simatupang untuk akhi A, yang berarti ' Siang-malam tunggu panggilan' karena aktivitas dakwahnya yang begitu padat. Sedangkan untuk si Akhi B diberi gelar Situmorang, yang berarti ' Si ikhwan tukang molor doang !"
11. JAMES BOND ala ikhwah
Sudah menjadi fenomena umum bagi seorang ikhwah mahasiswa yang kuliah di kota besar semacam Jakarta, bagaimana sulitnya mencari sebuah kamar kost yang layak pakai fasilitas lengkap, situasi mendukung untuk dakwah sekaligus nyaman untuk belajar, deket kampus, dan tentu saja yang paling murah, istilahnya 'harga mahasiswa'. Maka beruntunglah, karena ternyata banyak masjid di Jakarta, yang juga deket dengan kampus yang menyediakan sebuah tempat khusus bagi satu dua mahasiswa untuk tinggal di situ sekaligus ikut berpartisipasi dalam memakmurkan masjid. Maka sebagian dari mereka ada yang menjadi petugas muadzin, ada pula yang menjadi imam tetap, ada pula yang mengajar TPA dan mengisi kajian Ibu-Ibu. Dan alhamdulillah, tidak jarang kemudian Takmir Masjid memberikan uang kompensasi bulanan sebagai pengganti waktu dan jerih payah mereka. Tapi meskipun demikian ada juga beberapa mahasiswa lain yang ikut membantu kebersihan masjid, dan berfungsi ganda sebagai petugas kebersihan masjid atau yang biasa dikenal dengan istilah marbot. Mereka - mereka yang disebutkan tadi, dengan bangga menyebut profesi ini dengan istilah 'James Bond', yang berarti ' Jaga Mesjid dan Kebon' !

diambil dari notes facebook: adie supriyadi(mas'ul LDK KMA)

Rabu, 24 Agustus 2011

Inilah Amal Berbuah Cinta Allah

Oleh: Ustadz Aam Amiruddin

Orang yang paling bahagia adalah orang yang menjadi kekasih Allah. Seorang hamba yang menjadi kekasih Allah pasti akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Amal saleh merupakan fondasi utama yang akan mengantarkan kita menjadi kekasih-Nya. Lalu, bagaimana caranya agar ibadah yang kita lakukan bisa mengantarkan pada cinta Allah SWT? Paling tidak ada lima kiat yang harus kita lakukan.

Pertama, lakukan ibadah dengan penuh cinta. Cinta manusia kepada Allah adalah puncak cinta manusia yang paling bening dan jernih. Cinta sebagai media untuk mengikat atau menghubungkan hamba dengan Allah. Adanya kerinduan ingin bertemu dengan Allah dan kerinduan kepadanya bukan hanya dengan berkomunikasi dalam bentuk shalat, doa, zikir, dan membaca Aquran tetapi diwujudkan juga dalam sikap istiqamah atau konsisiten dalam berpegang teguh pada ajaran Islam.

Rasulullah SAW mengingatkan, "Seorang hamba tidak disebut beriman kecuali bila aku lebih dia cintai daripada anaknya, orang tuanya, dan manusia seluruhnya." (HR Bukhari).
Kedua, lakukan amal saleh secara maksimal sesuai dengan kemampuan. Seorang pengusaha tidak mungkin sukses tanpa mengalami rintangan. Seorang pelajar tidak mungkin menjadi ilmuwan tanpa melalui tahap pendidikan dan ujian. Begitu pula dengan surga. Seorang hamba yang berniat ingin meraih kenikmatan surga, tentu saja harus melewati tahapan ujian dari Allah.

Ketiga, mujahadah, yakni bersungguh-sungguh melakukan amal saleh sehingga setan tidak memiliki peluang untuk menggelincirkan manusia ke dalam kesesatan. Allah SWT akan memberikan petunjuk ke jalan yang diridai-Nya kepada orang yang ibadahnya disertai mujahadah.

Sifat mujuahadah ini tampak jelas pada Rasulullah SAW yang selalu melakukan shalat malam hingga kedua tumitnya bengkak. Ketika itu, Aisyah RA bertanya, "Mengapa engkau lakukan hal ini (shalat malam), bukankah Allah SWT sudah mengampuni dosamu yang sudah lalu dan yang akan datang? Rasulullah SAW bersabda, "Bukankah sepantasnya aku menjadi seorang hamba yang bersyukur?" (HR Bukhari dan Muslim).

Keempat, sabar ketika beramal. Ibadah apa pun, shalat, puasa, zakat, haji, shalat malam, maupun ibadah lainnya, hendaknya dilaksanakan dengan sabar. Kelima, berjamaah dalam melakukan amal saleh.

Sebuah peribahasa menyebutkan, "Seekor harimau tidak akan pernah menerkam kambing yang sedang berkelompok." Peribahasa itu menunjukkan, musuh takut akan perlawanan yang dilakukan secara berkelompok. Begitu juga setan. Ia akan kesulitan menggelincirkan manusia dalam kesesatan jika ibadah selalu dikerjakan secara berjamaah. Apalagi, ibadahnya disertai dengan keikhlasan yang murni karena Allah SWT.

"Tidaklah tiga orang penghuni desa atau penghuni pegunungan yang tidak mendirikan shalat berjamaah kecuali mereka telah dikuasai oleh setan. Karena itu, hendaknya kamu melakukan shalat dengan berjamaah karena harimau hanya mau menangkap kambing yang sedang sendirian." (HR Abu Daud dan Nasa'i). Semoga Allah SWT memberi kekuatan kepada kita untuk meraihnya. Amin.
Dimuat di Republika cetak dengan judul Amal Berbuah Cinta Allah

Keistimewaan 10 Malam Terakhir Ramadhan

Oleh Tgk Muslim Ibrahim (Ketua MPU Aceh)
Jamaah membaca Al Quran usai menunaikan sholat ashar di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (11/8/2010). Pada bulan Ramadhan, banyak warga termasuk anak-anak mengisi waktu dengan beribadah.
TRIBUNNEWS.COM - RAMADHAN, sesungguhnya merupakan bulan seluruhnya mulia. Mulia di awalnya, di pertengahannya, dan juga di akhirnya. Awalnya rahmat, pertengahannya maghfirah dan akhirnya pembebasan dari api neraka, seperti yang disabdakan Rasulullah dalam riwayat Salman Al-Farisi.
Untuk pembebasan dari neraka inilah, agaknya Rasulullah saw mengencangkan ikat pinggang, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya, seperti yang diutarakan Aisyah ra. Apa rahasia perhatian lebih beliau terhadap sepuluh hari terakhir Ramadhan? Paling tidak ada dua sebab utama:
Pertama, karena sepuluh terkahir ini merupakan penutupan bulan Ramadhan, sedangkan amal perbuatan itu tergantung pada penutupannnya atau akhirnya. Rasulullah saw berdoa: "Ya Allah, jadikan sebaik-baik umurku adalah penghujungnya. Dan jadikan sebaik-baik amalku adalah pamungkasnya. Dan jadikan sebaik-baik hari-hariku adalah hari di mana saya berjumpa dengan-Mu Kelak."
Sepuluh akhir Ramadhan merupakan pamungkas bulan ini, sehingga diharapkan, setiap manusia mengakhiri Ramadhan dengan kebaikan, yaitu dengan mencurahkan daya dan upaya untuk meningkatkan amaliyah ibadah di sepanjang sepuluh hari akhir Ramadhan ini.
Kedua, karena dalam sepuluh hari terakhir Ramadhan kuat dugaan datangnya lailatul qadar, karena lailatul qadar bisa saja datang pada bulan Ramadhan secara keseluruhan, sesuai dengan firman Allah swt: "Sesungguhnya Kami telah turunkan Alquran pada malam qadar." Dan firmanNya: "Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkan di dalamnya Alquran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan dari petunjuk dan pembeda -antara yang hak dan yang batil."
Alquran juga menyebutkan: "Lailatul qadar, adalah malam lebih baik dari seribu bulan." Karenanya Rasul berpesan: "Carilah lailatul, terutama pada malam-malam ganjil pada sepuluh terakhir Ramadhan."

Khasiat Shalat untuk Kesehatan Tulang Belakang

Foto: spacecoastmedicine.com
Setiap hal di dunia ini tidak pernah berubah. Semuanya mengikuti hukum alam, atau dalam bahasa Alquran disebut Sunatullah. Misalnya, DNA manusia dan rotasi bumi yang tetap seperti itu. Begitu pula setiap makhluk Allah yang lain, semua diciptakan dengan “orbit”-nya masing-masing.
Manusia juga diciptakan dengan orbitnya. Orbit manusia ini ketika seluruh fungsi sosiologi organ berjalan dengan optimal. Allah telah menciptakan manusia sebagai makhluk yang sempurna dengan fungsi self healing. Dalam tubuh juga ada pasangan-pasangan yang menjaga keseimbangan, seperti osteoblas – osteoclast. Tubuh punya sistem utk kembali pada keseimbangan. Dalam istilah kedokteran, ada sistem homestasis, enzim pluripoten, dan sistem hormon endorin-costison.
Ada beberapa hadits yang perlu diperhatikan dalam masalah ini:
Allah menurunkan penyakit dan menurunkan pula obatnya, diketahui oleh yang mengetahui dan tidak akan diketahui oleh orang yang tidak mengerti. (HR. Bukhari dan Muslim)
Allah tidak menjadikan penyembuhanmu dengan apa yang diharamkan atas kamu. (HR. Al-Baihaqi)
Mohonlah kepada Allah keselamatan dan alat (kesehatan). Sesungguhnya tiada sesuatu pemberian Allah sesudah keyakinan (iman) lebih baik daripada kesehatan. (HR. Ibnu Majah)
Gangguan pada tulang belakang atau lowback pain disebabkan 80% oleh benigna yang tidak terlalu berbahaya dan bisa diselesaikan dengan shalat tumaninah. Hanya 20% yang disebabkan oleh maligna yang memang berbahaya. Keluhan lowback pain cenderung bertambah seiring gaya hidup modern. Gangguan lebih banyak pada biomekanik otot.
Terapi yang benar dapat memelihara kesehatan pinggang yang hasilnya lebih lama dan paripurna. Hanya perlu bantuan obat-obatan di fase akut. Setelah fase akut lewat, pasien harus mengubah life style menjadi hidup yang sehat. Pasien harus mengembalikan hak tubuh ke orbitnya kembali.
Salah satu terapi yang bisa dilakukan adalah terapi shalat. Dalam Alquran, shalat merupakan aktivitas paripurna fisik dan psikis.
Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. (Al Muzammil ayat 6)
Perumpamaan shalat lima waktu seperti sebuah sungai yang airnya mengalir dan melimpah dekat pintu rumah seseorang yang tiap hari mandi di sungai itu lima kali. (HR. Bukhari dan Muslim)
Sempurnakanlah rukuk dan sujud, demi Allah, sesungguhnya aku dapat melihat engkau di belakangku (belakang punggungku) saat engkau rukuk atau sujud. (Shahih Muslim)
Terapi lowback pain akibat benigna atau kelainan pada otot yang dimulai dengan pengobatan bagi penyakit yang akut dengan obat-obatan dan stimulasi zat/enzim tubuh dengan makanan halalan toyiban (halal dan sehat).  Penguatan bisa dilakukan dengan kembali ke “orbit” tubuh atau mengembalikan ke gaya hidup sehat. Pemeliharaan dengan shalat yang khusyu dan benar. Kontraksi biomekanik paling optimal pada saat ruku. Pada saat sujud tubuh mengalami latihan isometrik dan isotonik.

Senin, 25 Juli 2011

Mengukir Karya di Bulan Penuh Berkah

Ramadhan, tak terasa tinggal menghitung hari bulan yang begitu istimewa di antara 11 bulan lain dalam setahun akan tiba. Ritual tahunan pun sudah dipersiapkan, buka puasa bersama, bahkan persiapan mudik pun sudah jauh-jauh hari dipersiapkan. Tapi, apakah hal tersebut merupakan makna Ramadhan yang sesungguhnya?
Mari kita runut mengapa bulan Ramadhan ini begitu istimewa dan bahkan menarik perhatian baik bagi umat muslim maupun non muslim. Pertama, pada bulan ini merupakan bulan diturunkannya Al Qur’an yang merupakan petunjuk bagi seluruh alam dan sangat terpelihara kesuciannya (QS. Al Hijr:9). Kedua, Ramadhan merupakan bulan penuh berkah karena setiap amal kebaikan yang kita lakukan akan mendapat pahala yang berlipat ganda, seperti ibadah sunnah akan di balas dengan pahala ibadah wajib. Ketiga, bulan Ramadhan ibarat “mesin cuci” bagi dosa-dosa kita yang sudah kita “karyakan” selama sebelas bulan. Keempat, secara duniawi berkah ramadhan juga dirasakan oleh umat non Islam berupa perniagaan yang meningkat karena budaya Ramadhan di Indonesia yang cenderung menjadi lebih konsumtif.
Berkah yang begitu luar biasa menyertai Ramadhan, mari kita siapkan diri kita untuk sungguh-sungguh untuk mendapatkan berkah tersebut. Ada beberapa tips dan trik yang bisa dilakukan untuk berkarya di bulan Ramadhan ini:
1.      Mempunyai target amalan per hari, per minggu, dan perbulan.
Target ini sangat penting karena sebagai motivasi dan juga rel kita dalam melakukan aktivitas selama bulan Ramadhan. Contoh target yang bisa diterapkan misalnya, target memberi makan orang yang berpuasa tiap pekan, khatam Al Qur’an berapa kali dalam sebulan, i’tiqaf di masjid di sepeuluh hari terakhir, dan lain-lain.
2.      Melakukan aktivitas yang tidak terlalu menguras fisik
Ketika berpuasa, tubuh cenderung kekurangan cairan dan energi. Oleh karena itu, sebaiknya melakukan aktivitas yang ringan-ringan dan berfokus untuk meningkatkan amal ibadah.
3.      Mengatur pengeluaran dan konsumsi dengan sebaik mungkin.
Salah satu budaya yang terelakkan ketika bulan Ramadhan tiba adalah budaya belanja pakaian baru, makanan yang variatif, dan kebutuhan-kebutuhan sekunder lainnya. Sebagai seorang muslim maka sebaiknya dihindari hal-hal yang mengarah kepada peborosan, “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al Isra:27)
4.      Istiqomah dalam beraktivitas dan beramal
Bulan Ramadhan memberikan berkah dan semangat untuk beribadah yang cukup luar biasa, namun seiring waktu ketika memasuki bulan-bulan berikutnya amalan-amalan ibadah jadi menurun. Ibarat pasar malam, ibadah yang dilakukan hanya satu bulan saja setelah itu berkurang bahkan lenyap. Padahal Allah lebih menyukai amalan yang sedikit tapi konsisten, daripada amalan yang banyak tapi tidak tentu.

Mari berkarya untuk meraih derajat taqwa, karena sesungguhnya hanya ketaqwaan yang membawa seseorang ke dalam Jannahnya Allah Azza wa Jalla. Semangat mengukir guratan-guratan pahala untuk menggapai Ridho Allah SWT. Marhaban ya Ramadhan...


oleh : @die


Sabtu, 23 Juli 2011

Sssttt, Ada yang Mengincarmu!

“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan Rasul (Muhammad) dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (sunnahNya) jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (Q.S. 4: 59)
Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud r.a., “Rasulullah Saw pernah membuat garis dengan tangannya, lalu bersabda, ‘Ini jalan yang lurus’. Kemudian, beliau membuat beberapa garis di kanan-kirinya, lalu bersabda,‘Ini semua adalah jalan-jalan yang sesat, pada masing-masing jalan ini ada setan-setan yang mengajak untuk masuk ke sana’ ” (HR. Ahmad, An Nasa’i, dan Ad Darimi. Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Aliran sesat semakin berkembang di Indonesia. Satu per satu aliran sesat itu muncul ke permukaan dan terus menerus mengajak Umat Islam untuk keluar dari agamanya dan masuk dalam kelompok mereka. Sejak tahun 1980-an hingga tahun 2006, tercatat ada 250 aliran sesat yang mengatasnamakan Islam. Data ini didapat dari hasil penyelidikan Aliansi Ummat Islam (ALUMNI). Sungguh, angka yang cukup mencengangkan!
Sebut saja Ahmadiyah, sejak tahun 1889 telah berdiri di India, hingga kemudian pada tahun 1935 masuk ke Indonesia (ada juga yang menyebutkan tahun 1925). Aliran yang mengakui kenabian Mirza Ghulam Ahmad ini telah di cap sesat oleh MUI dalam fatwa MUNAS MUI VII tentang aliran Ahmadiyah. Bahkan, bukan saja oleh MUI, kekufuran aliran Ahmadiyah juga telah menjadi Ijma’ al Majani (kesepakatan bulat forum-forum ulama) di dunia Islam, seperti Organisasi Konferensi Islam (OKI) dalam fatwa Majma’ al-Fiqh al-Islami OKI dan melalui keputusan no. 4 (4/2) dalam Muktamar kedua di Jeddah, Arab Saudi, pada tanggal 10-16 Rabi’ al-Tsani 1406 H/ 22-28 Desember 1985.
Selain Ahmadiyah yang telah membumi, masih banyak aliran yang mengatasnamakan Islam, namun nilai-nilai yang dianutnya sangat jauh dari Alquran dan Sunnah, bahkan  bertentangan dengan Islam. Isu yang marak saat ini adalah NII atau biasa disebut N-11. Sebenarnya, NII telah ada sejak tahun 1949. Dikenal dengan nama Darul Islam (DI). Dalam sejarah, NII dinilai sebagai gerakan ilegal karena ingin mengubah semua sistem ketatanegaraan dengan sistem Islam. Ciri-ciri gerakan NII saat ini dapat kita lihat pada maklumat yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia, yaitu:
  1. Mengingkari rukun iman (iman kepada Allah, malaikat, kitab Suci, rasul, hari akhir, qadha dan qadar) dan mengingkari rukun Islam (mengucapkan dua kalimat syahadat, salat wajib lima waktu, puasa, zakat, dan haji);
  2. Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar`i (Alquran dan Sunah);
  3. Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran;
  4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran;
  5. Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir;
  6. Mengingkari kedudukan hadis Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sebagai sumber ajaran Islam;
  7. Menghina, melecehkan, dan atau merendahkan para nabi dan rasul;
  8. Mengingkari Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam sebagai Nabi dan Rasul terakhir;
  9. Mengubah, menambah, dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syari’ah, seperti haji tidak ke Baitullah, salat fardu tidak lima waktu;
  10. Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar’i, seperti mengkafirkan seorang Muslim hanya karena bukan kelompoknya.
Kondisi NII Saat Ini?
Ada tahapan proses yang harus dilalui oleh sang target untuk masuk ke dalam jamaah itu. Pertama, harus mengikuti apa-apa yang ditafsirkan oleh guru, kemudian keluar dari agama Islam yang selama ini dianutnya karena dianggap masih kotor. Selanjutnya, mereka dikader dalam kelompok-kelompok kecil yang tinggal dalam satu wilayah khusus, meninggalkan orang tua dan keluarga yang menurut mereka masih kafir, dengan kewajiban setiap orang untuk merekrut empat anggota baru dan juga iuran wajib sekitar Rp550.000,00 bagaimana pun caranya. Jelas, dalam hal ini nilai tersebut bertentangan dengan Islam.
Menafsirkan Alquran hanya boleh dilakukan oleh para mufassir yang memang ilmunya sudah memadai untuk menafsirkan. Merekalah alim ulama seperti Ibnu Katsir, dll. Ada pula tindakan takfir (mengkafirkan seseorang). Mereka menganggap semua yang di luar jamaahnya adalah kafir sehingga halal darah dan hartanya. Alasan inilah yang kemudian mendasari mereka untuk meninggalkan keluarganya dan bahkan mencuri uang keluarganya untuk membayar semua iuran wajib yang dibebankan kepadanya. Jelas, ini sangat bertentangan dengan Islam. Na’udzubillah min dzalik.
Siapakah Targetnya?
Bersiap-siagalah! Mungkin saja Anda yang menjadi targetnya. Atau mungkin Anda telah diincar sejak lama. Banyak kasus pengkaderan aliran sesat yang targetnya adalah para pemuda. Strategi yang mereka lakukan adalah pendekatan personal dengan cara mengikuti segala aktivitas sang target. Setelah berhasil mengakrabkan diri, target langsung diajak ke sebuah pengajian yang sangat tertutup dengan materi-materi yang membingungkan, bahkan dengan penafsiran Alquran semaunya. Selanjutnya, sang target terus diajak ke pengajian tersebut dengan perintah bahwa pengajian itu rahasia sehingga tidak boleh diberitahukan kepada siapapun, termasuk pada orang tuanya. Begitulah strategi mereka terhadap sang target, hingga kemudian mereka melancarkan proses pengkaderan seperti yang telah dibahas sebelumnya.
Bagaimana Menghindarinya?
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Aku tinggalkan di tengah-tengah kalian dua hal, kalian tidak akan sesat jika berpegang teguh pada keduanya, yaitu Kitabullah (Al Qur’an) dan Sunnah (Hadits)” (HR. Al Hakim. Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Jelaslah bahwa cara paling utama untuk menghindari ketersesatan adalah dengan berpegang teguh pada Alquran dan Alhadis. Sebagaiman ayat yang disebutkan di awal tulisan, Allah telah menyeru kita untuk kembali kepada-Nya dan Rasul-Nya jika terjadi perbedaan pendapat. Ketika masih diketuai oleh Prof. Buya Hamka, MUI menyerukan agar umat Islam, khususnya pemuda, pelajar, dan seniman yang sedang semangat mencari ilmu agama, menghindari aliran Islam Jamaah serta kembali meningkatkan kajian Alquran dan Alhadis.
Cara selanjutnya adalah mengenali ciri-ciri aliran sesat sehingga kita akan segera sadar saat menjadi target pengkaderan mereka. Perbanyak bergaul dengan orang yang mempunyai kapasitas ilmu agama yang baik agar selalu terjaga dalam lingkungan yang lurus. Selalu konsultasikan kepada ulama atau ustad jika menemukan keanehan. Kritis terhadap segala sesuatu yang mencurigakan juga merupakan salah satu cara menghindarinya. Terakhir, senantiasa berdoa kepada Allah agar selalu ditunjukkan jalan yang lurus, sebagaimana doa yang diajarkan Rasulullah, “Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii ‘alaa diinik” (HR. Muslim), Artinya: “Ya Allah, zat yang membolak-balikan hati, tetapkanlah hatiku pada agama-Mu”.
Wallahu a’lam bishshowab.
Oleh : Khairunnisa
dikutip dari : salam.ui.ac.id

Makna Sabar

Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)
Sekilas Tentang Hadits

Hadits ini merupakan hadits shahih dengan sanad sebagaimana di atas, melalui jalur Tsabit dari Abdurrahman bin Abi Laila, dari Suhaib dari Rasulullah SAW, diriwayatkan oleh :
- Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Al-Zuhud wa Al-Raqa’iq, Bab Al-Mu’min Amruhu Kulluhu Khair, hadits no 2999.
- Imam Ahmad bin Hambal dalam empat tempat dalam Musnadnya, yaitu hadits no 18455, 18360, 23406 & 23412.
- Diriwayatkan juga oleh Imam al-Darimi, dalam Sunannya, Kitab Al-Riqaq, Bab Al-Mu’min Yu’jaru Fi Kulli Syai’, hadits no 2777.
Makna Hadits Secara Umum
Hadits singkat ini memiliki makna yang luas sekaligus memberikan definisi mengenai sifat dan karakter orang yang beriman. Setiap orang yang beriman digambarkan oleh Rasulullah SAW sebagai orang yang memiliki pesona, yang digambarkan dengan istilah ‘ajaban’ ( عجبا ). Karena sifat dan karakter ini akan mempesona siapa saja.
Kemudian Rasulullah SAW menggambarkan bahwa pesona tersebut berpangkal dari adanya positif thinking setiap mu’min. Dimana ia memandang segala persoalannya dari sudut pandang positif, dan bukan dari sudut nagatifnya.
Sebagai contoh, ketika ia mendapatkan kebaikan, kebahagian, rasa bahagia, kesenangan dan lain sebagainya, ia akan refleksikan dalam bentuk penysukuran terhadap Allah SWT. Karena ia tahu dan faham bahwa hal tersebut merupakan anugerah Allah yang diberikan kepada dirinya. Dan tidaklah Allah memberikan sesuatu kepadanya melainkan pasti sesuatu tersebut adalah positif baginya.
Sebaliknya, jika ia mendapatkan suatu musibah, bencana, rasa duka, sedih, kemalangan dan hal-hal negatif lainnya, ia akan bersabar. Karena ia meyakini bahwa hal tersebut merupakan pemberian sekaligus cobaan bagi dirinya yang pasti memiliki rahasia kebaikan di dalamnya. Sehingga refleksinya adalah dengan bersabar dan mengembalikan semuanya kepada Allah SWT.
Urgensi Kesabaran
Kesabaran merupakan salah satu ciri mendasar orang yang bertaqwa kepada Allah SWT. Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa kesabaran merupakan setengahnya keimanan. Sabar memiliki kaitan yang tidak mungkin dipisahkan dari keimanan: Kaitan antara sabar dengan iman, adalah seperti kepala dengan jasadnya. Tidak ada keimanan yang tidak disertai kesabaran, sebagaimana juga tidak ada jasad yang tidak memiliki kepala. Oleh karena itulah Rasulullah SAW menggambarkan tentang ciri dan keutamaan orang yang beriman sebagaimana hadits di atas.
Namun kesabaran adalah bukan semata-mata memiliki pengertian "nrimo", ketidak mampuan dan identik dengan ketertindasan. Sabar sesungguhnya memiliki dimensi yang lebih pada pengalahan hawa nafsu yang terdapat dalam jiwa insan. Dalam berjihad, sabar diimplementasikan dengan melawan hawa nafsu yang menginginkan agar dirinya duduk dengan santai dan tenang di rumah. Justru ketika ia berdiam diri itulah, sesungguhnya ia belum dapat bersabar melawan tantangan dan memenuhi panggilan ilahi.
Sabar juga memiliki dimensi untuk merubah sebuah kondisi, baik yang bersifat pribadi maupun sosial, menuju perbaikan agar lebih baik dan baik lagi. Bahkan seseorang dikatakan dapat diakatakan tidak sabar, jika ia menerima kondisi buruk, pasrah dan menyerah begitu saja. Sabar dalam ibadah diimplementasikan dalam bentuk melawan dan memaksa diri untuk bangkit dari tempat tidur, kemudian berwudhu lalu berjalan menuju masjid dan malaksanakan shalat secara berjamaah. Sehingga sabar tidak tepat jika hanya diartikan dengan sebuah sifat pasif, namun ia memiliki nilai keseimbangan antara sifat aktif dengan sifat pasif.
Makna Sabar
Sabar merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, dan sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia. Asal katanya adalah "Shobaro", yang membentuk infinitif (masdar) menjadi "shabran". Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Menguatkan makna seperti ini adalah firman Allah dalam Al-Qur'an:
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi/ 18 : 28)
Perintah untuk bersabar pada ayat di atas, adalah untuk menahan diri dari keingingan ‘keluar’ dari komunitas orang-orang yang menyeru Rab nya serta selalu mengharap keridhaan-Nya. Perintah sabar di atas sekaligus juga sebagai pencegahan dari keinginan manusia yang ingin bersama dengan orang-orang yang lalai dari mengingat Allah SWT.
Sedangkan dari segi istilahnya, sabar adalah:
Menahan diri dari sifat kegeundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah.
Amru bin Usman mengatakan, bahwa sabar adalah keteguhan bersama Allah, menerima ujian dari-Nya dengan lapang dan tenang. Hal senada juga dikemukakan oleh Imam al-Khowas, bahwa sabar adalah refleksi keteguhan untuk merealisasikan al-Qur'an dan sunnah. Sehingga sesungguhnya sabar tidak identik dengan kepasrahan dan ketidak mampuan. Justru orang yang seperti ini memiliki indikasi adanya ketidak sabaran untuk merubah kondisi yang ada, ketidak sabaran untuk berusaha, ketidak sabaran untuk berjuang dan lain sebagainya.
Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk sabar ketika berjihad. Padahal jihad adalah memerangi musuh-musuh Allah, yang klimaksnya adalah menggunakan senjata (perang). Artinya untuk berbuat seperti itu perlu kesabaran untuk mengeyampingkan keiinginan jiwanya yang menginginkan rasa santai, bermalas-malasan dan lain sebagainya. Sabar dalam jihad juga berarti keteguhan untuk menghadapi musuh, serta tidak lari dari medan peperangan. Orang yang lari dari medan peperangan karena takut, adalah salah satu indikasi tidak sabar.
Sabar Sebagaimana Digambarkan Dalam Al-Qur'an
Dalam al-Qur'an banyak sekali ayat-ayat yang berbicara mengenai kesabaran. Jika ditelusuri secara keseluruhan, terdapat 103 kali disebut dalam al-Qur'an, kata-kata yang menggunakan kata dasar sabar; baik berbentuk isim maupun fi'ilnya. Hal ini menunjukkan betapa kesabaran menjadi perhatian Allah SWT, yang Allah tekankan kepada hamba-hamba-Nya. Dari ayat-ayat yang ada, para ulama mengklasifikasikan sabar dalam al-Qur'an menjadi beberapa macam;
1. Sabar merupakan perintah Allah SWT. Hal ini sebagaimana yang terdapat dalam QS.2: 153: "Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."
Ayat-ayat lainnya yang serupa mengenai perintah untuk bersabar sangat banyak terdapat dalam Al-Qur'an. Diantaranya adalah dalam QS.3: 200, 16: 127, 8: 46, 10:109, 11: 115 dsb.
2. Larangan isti'ja l(tergesa-gesa/ tidak sabar), sebagaimana yang Allah firmankan (QS. Al-Ahqaf/ 46: 35): "Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka…"
3. Pujian Allah bagi orang-orang yang sabar, sebagaimana yang terdapat dalam QS. 2: 177: "…dan orang-orang yang bersabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa."

4. Allah SWT akan mencintai orang-orang yang sabar. Dalam surat Ali Imran (3: 146) Allah SWT berfirman : "Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar."
5. Kebersamaan Allah dengan orang-orang yang sabar. Artinya Allah SWT senantiasa akan menyertai hamba-hamba-Nya yang sabar. Allah berfirman (QS. 8: 46) ; "Dan bersabarlah kamu, karena sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar."
6. Mendapatkan pahala surga dari Allah. Allah mengatakan dalam al-Qur'an (13: 23 - 24); "(yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): "Salamun `alaikum bima shabartum" (keselamatan bagi kalian, atas kesabaran yang kalian lakukan). Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu."
Inilah diantara gambaran Al-Qur'an mengenai kesabaran. Gembaran-gambaran lain mengenai hal yang sama, masih sangat banyak, dan dapat kita temukan pada buku-buku yang secara khusus membahas mengenai kesabaran.
Kesabaran Sebagaimana Digambarkan Dalam Hadits.

Sebagaimana dalam al-Qur'an, dalam hadits juga banyak sekali sabda-sabda Rasulullah SAW yang menggambarkan mengenai kesabaran. Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi mencantumkan 29 hadits yang bertemakan sabar. Secara garis besar, hadits-hadits tersebut menggambarkan kesabaran sebagai berikut;
1. Kesabaran merupakan "dhiya' " (cahaya yang amat terang). Karena dengan kesabaran inilah, seseorang akan mampu menyingkap kegelapan. Rasulullah SAW mengungkapkan, "…dan kesabaran merupakan cahaya yang terang…" (HR. Muslim)
2. Kesabaran merupakan sesuatu yang perlu diusahakan dan dilatih secara optimal. Rasulullah SAW pernah menggambarkan: "…barang siapa yang mensabar-sabarkan diri (berusaha untuk sabar), maka Allah akan menjadikannya seorang yang sabar…" (HR. Bukhari)
3. Kesabaran merupakan anugrah Allah yang paling baik. Rasulullah SAW mengatakan, "…dan tidaklah seseorang itu diberi sesuatu yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran." (Muttafaqun Alaih)
4. Kesabaran merupakan salah satu sifat sekaligus ciri orang mu'min, sebagaimana hadits yang terdapat pada muqadimah; "Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman, karena segala perkaranya adalah baik. Jika ia mendapatkan kenikmatan, ia bersyukur karena (ia mengatahui) bahwa hal tersebut adalah memang baik baginya. Dan jika ia tertimpa musibah atau kesulitan, ia bersabar karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut adalah baik baginya." (HR. Muslim)
5. Seseorang yang sabar akan mendapatkan pahala surga. Dalam sebuah hadits digambarkan; Dari Anas bin Malik ra berkata, bahwa aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya Allah berfirman, "Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kedua matanya, kemudian diabersabar, maka aku gantikan surga baginya." (HR. Bukhari)
6. Sabar merupakan sifat para nabi. Ibnu Mas'ud dalam sebuah riwayat pernah mengatakan: Dari Abdullan bin Mas'ud berkata"Seakan-akan aku memandang Rasulullah SAW menceritakan salah seorang nabi, yang dipukuli oleh kaumnya hingga berdarah, kemudia ia mengusap darah dari wajahnya seraya berkata, 'Ya Allah ampunilah dosa kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui." (HR. Bukhari)
7. Kesabaran merupakan ciri orang yang kuat. Rasulullah SAW pernah menggambarkan dalam sebuah hadits; Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki jiwanya ketika marah." (HR. Bukhari)

8. Kesabaran dapat menghapuskan dosa. Rasulullah SAW menggambarkan dalam sebuah haditsnya; Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullan SAW bersabda, "Tidaklah seorang muslim mendapatkan kelelahan, sakit, kecemasan, kesedihan, mara bahaya dan juga kesusahan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dengan hal tersebut." (HR. Bukhari & Muslim)

9. Kesabaran merupakan suatu keharusan, dimana seseorang tidak boleh putus asa hingga ia menginginkan kematian. Sekiranya memang sudah sangat terpaksa hendaklah ia berdoa kepada Allah, agar Allah memberikan hal yang terbaik baginya; apakah kehidupan atau kematian. Rasulullah SAW mengatakan; Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah salah seorang diantara kalian mengangan-angankan datangnya kematian karena musibah yang menimpanya. Dan sekiranya ia memang harus mengharapkannya, hendaklah ia berdoa, 'Ya Allah, teruskanlah hidupku ini sekiranya hidup itu lebih baik unttukku. Dan wafatkanlah aku, sekiranya itu lebih baik bagiku." (HR. Bukhari Muslim)
Bentuk-Bentuk Kesabaran
Para ulama membagi kesabaran menjadi tiga hal; sabar dalam ketaatan kepada Allah, sabar untuk meninggalkan kemaksiatan dan sabar menghadapi ujian dari Allah:
1. Sabar dalam ketaatan kepada Allah. Merealisasikan ketaatan kepada Allah, membutuhkan kesabaran, karena secara tabiatnya, jiwa manusia enggan untuk beribadah dan berbuat ketaatan. Ditinjau dari penyebabnya, terdapat tiga hal yang menyebabkan insan sulit untuk sabar. Pertama karena malas, seperti dalam melakukan ibadah shalat. Kedua karena bakhil (kikir), seperti menunaikan zakat dan infaq. Ketiga karena keduanya, (malas dan kikir), seperti haji dan jihad.
Kemudian untuk dapat merealisasikan kesabaran dalam ketaatan kepada Allah diperlukan beberapa hal,
(1) Dalam kondisi sebelum melakukan ibadah berupa memperbaiki niat, yaitu kikhlasan. Ikhlas merupakan kesabaran menghadapi duri-duri riya'.
(2) Kondisi ketika melaksanakan ibadah, agar jangan sampai melupakan Allah di tengah melaksanakan ibadah tersebut, tidak malas dalam merealisasikan adab dan sunah-sunahnya.
(3) Kondisi ketika telah selesai melaksanakan ibadah, yaitu untuk tidak membicarakan ibadah yang telah dilakukannya supaya diketahui atau dipuji orang lain.
2. Sabar dalam meninggalkan kemaksiatan. Meninggalkan kemaksiatan juga membutuhkan kesabaran yang besar, terutama pada kemaksiatan yang sangat mudah untuk dilakukan, seperti ghibah (baca; ngerumpi), dusta, memandang sesuatu yang haram dsb. Karena kecendrungan jiwa insan, suka pada hal-hal yang buruk dan "menyenangkan". Dan perbuatan maksiat identik dengan hal-hal yang "menyenangkan".
3. Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah, seperti mendapatkan musibah, baik yang bersifat materi ataupun inmateri; misalnya kehilangan harta, kehilangan orang yang dicintai dsb.
Aspek-Aspek Kesabaran sebagaimana yang Digambarkan dalam Hadits

Dalam hadits-hadits Rasulullah SAW, terdapat beberapa hadits yang secara spesifik menggambarkan aspek-aspek ataupun kondisi-kondisi seseroang diharuskan untuk bersabar. Meskipun aspek-aspek tersebut bukan merupakan ‘pembatasan’ pada bidang-bidang kesabaran, melainkan hanya sebagai contoh dan penekanan yang memiliki nilai motivasi untuk lebih bersabar dalam menghadapi berbagai permasalahan lainnya. Diantara kondisi-kondisi yang ditekankan agar kita bersabar adalah :
1. Sabar terhadap musibah.

Sabar terhadap musibah merupakan aspek kesabaran yang paling sering dinasehatkan banyak orang. Karena sabar dalam aspek ini merupakan bentuk sabar yang Dalam sebuah hadits diriwayatkan, :
Dari Anas bin Malik ra, bahwa suatu ketika Rasulullah SAW melewati seorang wanita yang sedang menangis di dekat sebuah kuburan. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, ‘Bertakwalah kepada Allah, dan bersabarlah.’ Wanita tersebut menjawab, ‘Menjauhlah dariku, karena sesungguhnya engkau tidak mengetahui dan tidak bisa merasakan musibah yang menimpaku.’ Kemudian diberitahukan kepada wanita tersebut, bahwa orang yang menegurnya tadi adalah Rasulullah SAW. Lalu ia mendatangi pintu Rasulullah SAW dan ia tidak mendapatkan penjaganya. Kemudian ia berkata kepada Rasulullah SAW, ‘(maaf) aku tadi tidak mengetahui engkau wahai Rasulullah SAW.’ Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya sabar itu terdapat pada hentakan pertama.’ (HR. Bukhari Muslim)

2. Sabar ketika menghadapi musuh (dalam berjihad).
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah bersabda : Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah kalian berangan-angan untuk menghadapi musuh. Namun jika kalian sudah menghadapinya maka bersabarlah (untuk menghadapinya).” HR. Muslim.

3. Sabar berjamaah, terhadap amir yang tidak disukai.
Dalam sebuah riwayat digambarkan; Dari Ibnu Abbas ra beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang melihat pada amir (pemimpinnya) sesuatu yang tidak disukainya, maka hendaklah ia bersabar. Karena siapa yang memisahkan diri dari jamaah satu jengkal, kemudian ia mati. Maka ia mati dalam kondisi kematian jahiliyah. (HR. Muslim)

4. Sabar terhadap jabatan & kedudukan.
Dalam sebuah riwayat digambarkan : Dari Usaid bin Hudhair bahwa seseorang dari kaum Anshar berkata kepada Rasulullah SAW; ‘Wahai Rasulullah, engkau mengangkat (memberi kedudukan) si Fulan, namun tidak mengangkat (memberi kedudukan kepadaku). Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya kalian akan melihat setelahku ‘atsaratan’ (yaitu setiap orang menganggap lebih baik dari yang lainnya), maka bersabarlah kalian hingga kalian menemuiku pada telagaku (kelak). (HR. Turmudzi).

5. Sabar dalam kehidupan sosial dan interaksi dengan masyarakat.
Dalam sebuah hadits diriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, ‘Seorang muslim apabila ia berinteraksi dengan masyarakat serta bersabar terhadap dampak negatif mereka adalah lebih baik dari pada seorang muslim yang tidak berinteraksi dengan masyarakat serta tidak bersabar atas kenegatifan mereka. (HR. Turmudzi)

6. Sabar dalam kerasnya kehidupan dan himpitan ekonomi
Dalam sebuah riwayat digambarkan; ‘Dari Abdullah bin Umar ra berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Barang siapa yang bersabar atas kesulitan dan himpitan kehidupannya, maka aku akan menjadi saksi atau pemberi syafaat baginya pada hari kiamat. (HR. Turmudzi).

Kiat-kiat Untuk Meningkatkan Kesabaran
Ketidaksabaran (baca; isti'jal) merupakan salah satu penyakit hati, yang seyogyanya diantisipasi dan diterapi sejak dini. Karena hal ini memilki dampak negatif dari amalan yang dilakukan seorang insan. Seperti hasil yang tidak maksimal, terjerumus kedalam kemaksiatan, enggan untuk melaksanakan ibadah kepada Allah dsb. Oleh karena itulah, diperlukan beberapa kiat, guna meningkatkan kesabaran. Diantara kiat-kiat tersebut adalah;
1. Mengkikhlaskan niat kepada Allah SWT, bahwa ia semata-mata berbuat hanya untuk-Nya. Dengan adanya niatan seperti ini, akan sangat menunjang munculnya kesabaran kepada Allah SWT.
2. Memperbanyak tilawah (baca; membaca) al-Qur'an, baik pada pagi, siang, sore ataupun malam hari. Akan lebih optimal lagi manakala bacaan tersebut disertai perenungan dan pentadaburan makna-makna yang dikandungnya. Karena al-Qur'an merupakan obat bagi hati insan. Masuk dalam kategori ini juga dzikir kepada Allah.
3. Memperbanyak puasa sunnah. Karena puasa merupakan hal yang dapat mengurangi hawa nafsu terutama yang bersifat syahwati dengan lawan jenisnya. Puasa juga merupakan ibadah yang memang secara khusus dapat melatih kesabaran.
4. Mujahadatun Nafs, yaitu sebuah usaha yang dilakukan insan untuk berusaha secara giat dan maksimal guna mengalahkan keinginan-keinginan jiwa yang cenderung suka pada hal-hal negatif, seperti malas, marah, kikir, dsb.
5. Mengingat-ingat kembali tujuan hidup di dunia. Karena hal ini akan memacu insan untuk beramal secara sempurna. Sedangkan ketidaksabaran (isti'jal), memiliki prosentase yang cukup besar untuk menjadikan amalan seseorang tidak optimal. Apalagi jika merenungkan bahwa sesungguhnya Allah akan melihat "amalan" seseorang yang dilakukannya, dan bukan melihat pada hasilnya. (Lihat QS. 9 : 105)
6. Perlu mengadakan latihan-latihan untuk sabar secara pribadi. Seperti ketika sedang sendiri dalam rumah, hendaklah dilatih untuk beramal ibadah dari pada menyaksikan televisi misalnya. Kemudian melatih diri untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk infaq fi sabilillah, dsb.
7. Membaca-baca kisah-kisah kesabaran para sahabat, tabi'in maupun tokoh-tokoh Islam lainnya. Karena hal ini juga akan menanamkan keteladanan yang patut dicontoh dalam kehidupan nyata di dunia.

Penutup
Inilah sekelumit sketsa mengenai kesabaran. Pada intinya, bahwa sabar mereupakan salah satu sifat dan karakter orang mu'min, yang sesungguhnya sifat ini dapat dimiliki oleh setiap insan. Karena pada dasarnya manusia memiliki potensi untuk mengembangkan sikap sabar ini dalam hidupnya.
Sabar tidak identik dengan kepasrahan dan menyerah pada kondisi yang ada, atau identik dengan keterdzoliman. Justru sabar adalah sebuah sikap aktif, untuk merubah kondisi yang ada, sehingga dapat menjadi lebih baik dan baik lagi. Oleh karena itulah, marilah secara bersama kita berusaha untuk menggapai sikap ini. Insya Allah, Allah akan memberikan jalan bagi hamba-hamba-Nya yang berusaha di jalan-Nya.

Wallahu A'lam
By. Rikza Maulan, Lc. M.Ag.
(dikutip dari : eramuslim.com